Blogroll

Senin, 12 Maret 2012

Sejarah Hitam Ordo Jesuit

KATA PENGANTAR
Buku ini merupakan terjemahan dan ringkasan dari �The Secret History of
Jesuit� karya Edmond Paris. Paris bekerja untuk mengungkapkan tentang Kekatolikan
terutama tentang Jesuit. Dia mempertaruhkan nyawanya untuk kemuliaan Tuhan
Yesus. Dia selalu menjadi incaran para Jesuit. Bahkan namanya pernah jatuh ke
tangan DR. Alberto Rivera, sewaktu dia belum bertobat dan masih menjadi seorang
Jesuit.
Dalam buku aslinya memaparkan tentang hubungan yang pararel antara
keagamaan dan politik. Edmond Paris mengungkapkan penetrasi dan infiltrasi yang
dilakukan Jesuit ke pemerintahan-pemerintahan dan negara-negara di dunia ini untuk
memanipulasi sejarah dengan membentuk kediktatoran, dan memperlemah
demokrasi seperti yang terjadi di USA, dengan menciptakan anarki di bidang sosial,
politik, moral, militer, pendidikan dan keagamaan.
Berdoa tapislah terlebih dahulu sebelum membaca buku ini: Tuhan Yesus
yang MahaKuasa saya hendak membaca buku ini. Mohon segala sesuatu yang bukan
berasal dariMu ditapiskan dari hati dan pikiran saya. Saya hanya mau menerima
kebenaran dan pengajaran yang berasal dari Tuhan Yesus saja. Dalam nama Yesus
Kristus, segala rancangan dan kuasa Iblis yang mencoba menghambat saya untuk
membaca buku ini dipatahkan. Tutup bungkus saya, ya..Tuhan Yesus, dengan
DarahMu yang Kudus. Amin.
Selamat membaca dan Tuhan Yesus memberkati serta melindungi anda
semua. Amin
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 2
BAGIAN I: BERDIRINYA ORDO JESUIT
BAB I: IGNATIUS LOYOLA
Pendiri Society of Jesus (Serikat Yesus), adalah seorang Spanyol Basque
bernama Inigo Lopez de Recolde. Lahir di puri Loyola, propinsi Guipuzcoa, tahun
1491. Dia adalah salah satu biarawan paling berbahaya yang pernah dilahirkan oleh
sistem Katolik. Dari semua pendiri ordo yang ada, dia mungkin seseorang yang
kepribadiannya meninggalkan kesan yang mendalam pada ingatan dan tingkah laku
para murid dan penerusnya. Itulah salah satu ciri dari ordo Jesuit. Ada bantahan tetapi
fakta banyak yang mendukung hal tersebut. Hasil karya seorang pelukis Jepang yang
menggambarkan pendaratan bangsa Portugis, dan anak-anak Loyola, secara khusus
di pulau-pulau di Jepang. Ia melukiskan bayangan-bayangan hitam dan panjang serta
wajah-wajah mereka yang penuh duka tetapi membekukan dan menunjukkan
arogansi penguasa yang fanatik.
Seperti halnya santo-santo yang lain, Inigo � kemudian merubah namanya
menjadi berbau Roma yaitu Ignatius � memandang dirinya sebagai orang yang diutus
untuk memberi pencerahan kepada orang-orang yang sejaman dengannya. Masa
mudanya dipenuhi dengan banyak kesalahan dan kejahatan. Sebuah laporan polisi
menuliskan bahwa dia seorang yang tidak dapat diajar, brutal, pendendam. Semua
yang menulis biografinya mengakui bahwa ia suka akan kekerasan. �Seorang prajurit
yang tidak dapat diatur dan angkuh,� komentar salah seorang teman karibnya
�kehidupannya hanya seputar wanita, judi dan perkelahian.�
Seperti kebanyakan para pahlawan Gereja Katolik Roma, hukuman fisik yang
kejam diperlukan untuk mengubah kepribadiannya. Dulu dia adalah pesuruh seorang
bendahara Castille, hingga suatu saat bendahara tersebut dipecat karena melakukan
perbuatan aib. Kemudian menjadi sukarelawan perang untuk Viceroy of Navarre; yang
karenanya dia dapat hidup seperti layaknya seorang anggota istana kerajaan. Anak
muda ini kemudian memulai kehidupan sebagai seorang intel yang membela
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 3
Pampeluna yang berperang melawan Perancis yang dipimpin oleh Cant de Foix.
Cedera yang didapatnya selama penyamaran tersebut mengubah hidupnya dimasa
depan.
Salah satu kakinya terluka oleh peluru, lalu dia dibawa oleh seorang Perancis
kepada saudara lelakinya Martin Garcia, di kastil Loyola. Dia menjalani operasi tanpa
dibius, yang mana dia harus menjalaninya dua kali karena yang pertama tidak
sempurna. Kakinya patah lagi dan diset ulang, walaupun begitu Ignatius tetap
timpang. Hiburan satu-satunya, selama terbaring karena luka dan kesakitan, adalah
buku �Life of Christ (Kehidupan Kristus) dan Life of Saints (Kehidupan Para Santo),
buku-buku yang hanya terdapat dalam kastil tersebut.
Walaupun ia tidak berpendidikan dan masih dipengaruhi oleh shok yang
parah, penderitaan Kristus dan kesahidan para santo tersebut memberikan dampak
yang tidak terhapuskan; obsesi ini menggiring prajurit timpang tersebut ke jalan
kerasulan. Obsesi dan mimpinya, yang timbul karena membaca kedua buku tersebut,
begitu menguasai dirinya dan tampak dalam tindakannya yang sedikit gila.
Seorang penulis menulis hal berikut: �Saya hendak menjelaskan hasil nyata
praktek ilmu kebatinan yang dilakukan oleh orang-orang berintelejensia tinggi.
Seseorang dengan pikiran lemah yang melakukan ilmu kebatinan berada pada posisi
yang berbahaya, tetapi ilmu kebatinan yang dilakukan oleh orang yang berintelejensia
tinggi menghasilkan bahaya yang lebih besar lagi, karena hasil karyanya yang lebih
luas dan mendalam�.Pada saat mitos mengambil alih kenyataan dalam intelejensia
yang aktif, mitos itu menjadi fanatisme belaka; sebuah infeksi terhadap kehendak
seseorang karena pembesaran yang tidak penuh atau terdistorsi�.
Ignatius Loyola, seorang yang berintelejensia tinggi, adalah salah satu contoh
sempurna dari �active mysticism� (ilmu kebatinan yang aktif) dan �distortion of the will�
(penyimpangan terhadap kehendak pribadi). Meskipun begitu, perubahan dari
seorang pahlawan biasa menjadi seorang jenderal dari sebuah ordo yang paling
militan dalam Gereja Roma berlangsung dengan lambat; banyak langkah-langkahnya
yang goyah sebelum dia menemukan panggilannya yang sesungguhnya. Pada musim
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 4
semi tahun 1522, ia meninggalkan kastil Loyola, dengan keputusan yang mantap
untuk menjadi seorang santo. Lagipula, bukankah Bunda Maria menampakkan diri
dihadapannya disuatu malam, sambil menggendong bayi Yesus? Setelah mengaku
dosa di biara Montserrat, dia berencana pergi ke Yerusalem. Wabah penyakit
menyebar luas di Barcelona dan, karena semua lalu lintas laut dihentikan, dia harus
tinggal di Manresa selama hampir setahun, Disana dia menghabiskan waktunya
dengan berdoa, berdoa, puasa-puasa panjang, mendera diri sendiri, mempraktekkan
semua bentuk �maceration� (tindakan untuk melaparkan diri) dan tidak pernah absen
dari ruang penebusan dosa. Semua ini dengan jelas menggambarkan keadaan
mental dan syaraf pria tersebut. Dia mendedikasikan dirinya sepenuhnya untuk
mewujudkan penglihatan-penglihatannya yang kaya dan beranekaragam yang mana
menghantui pikirannya terus menerus.
�Semuanya ini karena sebuah penglihatan�, kata H. Boehmer, �bahwa dia
mulai mengkonsumsi daging lagi; ini adalah rentetan penglihatannya yang
menyingkapkan misteri-misteri dogma Katolik dan menolongnya menjalani
penglihatan tersebut: dengan cara demikian, pada saat dia merenungkan ketrinitasan
diiringi suatu bentuk instrumen musik yang mempunyai akord tiga; misteri penciptaan
bumi melalui �suatu� yang tidak jelas/kabur dan sinar yang memancar keluar dari
pendaran sinar matahari; keajaiban akan turunnya Kristus menjadi ekaristi seperti
kilatan cahaya yang memasuki air yang pekat, pada waktu seorang pastor
mengangkatnya sambil berdoa; kemanusian Kristus dan Perawan Suci dalam bentuk
tubuh yang berkilau mengagumkan; dan akhirnya setan sebagai sebuah bentuk yang
menyerupai ular dan berkilau-kilauan serupa dengan mata yang berkilauan dan
misterius. Bukankah ini merupakan awal dari pembentukan citra Jesuit yang terkenal
itu?�
Mr. Boehmer menambahkan bahwa pengertian yang mendalam mengenai
dogma-dogma dalam Katolik diungkapkan kepadanya, sebagai tanda istimewa dari
yang diatas, melalui intuisi-intuisi yang sukar dipahami. �Banyak misteri iman dan ilmu
pengetahuan menjadi jelas baginya dan kemudian dia pura-pura sudah mempelajari
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 5
lebih banyak lagi dalam waktu yang lebih singkat daripada waktu yang diperlukan
baginya untuk belajar; tetapi dia tidak pernah bisa menjelaskan misteri-misteri apa
yang tiba-tiba menjadi jelas baginya. Yang tertinggal hanya sebuah ingatan yang
samar-samar, sebuah perasaan tentang sesuatu yang ajaib, seakan-akan pada waktu
itu dia telah menjadi �seorang manusia yang berbeda dengan intelejensia yang
berbeda�.
Semuanya ini mungkin akibat dari gangguan syaraf dan dapat disamakan
dengan apa yang terjadi terhadap pengguna opium dan hasish: bahwa meningginya
ego; ilusi yang membubung tinggi melampaui apa yang nyata, sensasi sesaat hanya
meninggalkan ingatan yang membingungkan.
Penglihatan-penglihatan yang membahagiakan dan penerangan-penerangan
mengiringi hal-hal mistik selama hidupnya.
�Dia tidak pernah meragukan realitas dari wahyu-wahyu tersebut. Dia
berbicara kepada Roh Kudus seperti berbicara kepada orang lain; dia memohon
persetujuan Tuhan, yang Trinitas dan Bunda Maria atas semua proyek-proyeknya dan
akan menangis bahagia kalau ketiga pribadi tersebut menampakkan diri
dihadapannya. Pada saat-saat seperti itu, dia dapat merasakan lebih dulu damai
sejahtera dari sorga; sorga terbuka untuknya, dan Tuhan yang Trinitas terlihat jelas
baginya.
Bukankah ini suatu kasus yang sempurna mengenai seseorang yang
berhalusinasi? Tuhan yang Trinitas yang jelas dan dapat dilihat inilah yang ditawarkan
kepada dunia oleh anak-anak rohani Loyola, tidak hanya untuk alasan-alasan politik,
ketergantungan dan pujian terhadap kecenderungan yang mengakar pada hati
manusia yang suka akan berhala, tetapi juga keyakinan, indotrinasi yang mendalam
dan benar. Dari awal, kepercayaan kuno sudah diterapkan dalam Serikat Yesus.
Serikat Yesus ini merupakan peniru ulung, terlepas dari aspek-aspek didalamnya
yang membuatnya menjadi sebuah ordo yang mendunia, intelek dan terdidik. Aksioma
dasar Serikat Yesus adalah �segala sesuatunya untuk seluruh umat manusia�. Seni,
kesusastraan, ilmu pengetahuan dan bahkan filosofi hanyalah alat atau jaring untuk
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 6
menangkap jiwa-jiwa. Toleransi tidak ada dalam kamus mereka. Bagi ordo ini,
kelemahan manusia selalu dapat diperbaiki, mendorong roh dan keinginan untuk
menyerah dan kembali menjadi ketaatan yang kekanak-kanakan dan tidak semarak.
Jadi mereka berkarya untuk mendirikan �Kerajaan Tuhan� yang didasarkan kepada
idealisme mereka.
�Perpaduan dari kesalehan dan diplomasi, pertapaan dan kata-kata bijak, ilmu
kebatinan dan kalkulasi akurat; seperti halnya karakter Loyola, seperti itulah karakter
ordo ini�. Seseorang benar-benar bisa menjadi seorang anak rohani Loyola setelah
melalui berbagai ujian yang keras dan pelatihan yang sistematis selama tidak kurang
dari empat belas tahun.
Dengan demikian, paradok ordo ini telah berlangsung selama 400 tahun,
sebuah ordo yang berusaha keras menjadi �intelek� tetapi, secara simultan, selalu,
dalam Gereja dan masyarakat Roma, merupakan pemenang atas watak yang paling
keras.
****
BAB II: PENGHIKMATAN ROHANI
Akhirnya saatnya tiba bagi Loyola meninggalkan Monresa, dia tidak dapat
meramalkan tujuannya, tetapi keingintahuan mengenai keselamatannya bukan lagi
menjadi prioritas utama; sekarang ia menjadi misionaris , dan tidak hanya seorang
peziarah biasa, ia menuju Yerusalem pada Maret 1523. Ia tiba pada 1 September,
setelah melewati berbagai petualangan, sesaat kemudian ia meninggalkan
Yerusalem, atas perintah orang-orang Fransiskan yang tidak antusias mengikuti
perkembangan perdamaian yang tidak pasti diantara orang-orang Kristen Turki
karena adanya praktek pemaksaan untuk pindah agama.
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 7
Misionaris yang kecewa itu berjalan melalui Venice, Genoa dan Barcelona
untuk menuju ke Universitas Alcala dimana dia memulai pelajaran teologianya. Disana
juga pengajarannya mengenai �penyembuhan Jiwa� diantara sukarelawan dimulai.
April 1527, Dewan Inkuisisi (the Inquisition ) menjebloskan Loyola ke penjara
karena pengajarannya tersebut. Kemudian ia dibebaskan dan dilarang mengadakan
pertemuan-pertemuan, ia pergi ke Salamonque dan melakukan hal yang sama.
Kecurigaan yang sama diantara para inkuisitor membuat dia dipenjarakan kembali. Ia
dibebaskan dengan syarat tidak mengadakan pertemuan-pertemuan seperti yang
sudah ia selenggarakan sebelumnya. Lalu ia melanjutkan perjalanan ke Paris untuk
meneruskan studinya di College ot Montaigu. Usaha-usahanya untuk
mengindoktrinasi teman-teman kuliahnya dengan metode-metodenya yang khas dan
ganjil, membuatnya berhadapan dengan Dewan Inkuisisi lagi. Setelah itu ia lebih
menjadi berhati-hati, dia hanya mengadakan pertemuan dengan enam teman
kuliahnya, dua diantaranya mau menjadi pengikutnya: Salmeron dan Lainez.
Bagaimana ia dapat menarik orang-orang muda, padahal ia seorang
mahasiswa yang sudah tua ? Itu semua karena pesona yang sudah melekat padanya
dan sebuah buku kecil yang dapat dibaca beberapa menit selesai. Buku ini dicetak
berkali-kali sehingga jumlahnyapun tidak diketahui. Buku ini memuat 400 uraian, dan
merupakan textbook-nya ordo Jesuit serta merupakan resume panjang
perkembangan batin Loyola.
Ignatius menyadari bahwa cara terbaik untuk mengembangkan jati diri
seorang mahasiswa adalah menjadi tuan bagi imajinasinya sendiri. Jadi semua
kebenaran tentang dogma agama Katolik harus, tidak hanya direfleksikan, dihadapi
dan dirasakan oleh orang yang mencurahkan dirinya sendiri untuk �penghikmatan� ini,
dengan bantuan seorang �pengarah�. Dengan kata lain dia harus mengerti dengan
mengenang misteri penghikmatan tersebut diiringi intensitas yang paling tinggi.
Kepekaan seorang kandidat diisi dengan kekuatan-kekuatan yang menetap dalam
ingatannya, bahkan dibawah alam sadarnya, akan sama kuatnya dengan usaha yang
dia buat untuk membangkitkan dan membuatnya memahami penghikmatan tersebut
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 8
selain penglihatan, pendengarannya, penciuman, indera perasa dan sentuhan
memegang peranan masing-masing.
Pemberontakan para malaikat (malaikat iblis), Adam dan Hawa yang diusir
dari Taman Eden, Pengadilan Tuhan, tempat-tempat penginjilan dan tahap-tahap
Penderitaan Yesus dari Perjamuan Terakhir dan Penyaliban diceritakan ulang kali
dihadapan para kandidat. Pemandangan yang muram diatur dengan ritme yang dibuat
dengan rapih. Setelah empat minggu mengikuti penghikmatan dengan intensif disertai
oleh seorang pengarah sebagai temannya, seorang kandidat akan siap untuk
pelatihan dan perubahan berikutnya.
****
BAB III: PENDIRIAN ORDO
Serikat Yesus (The Society of Jesus) diresmikan pada Assumption Day
(menurut ajaran Katholik merupakan hari dimana tubuh Bunda Maria diangkat ke
Surga setelah kematiannya) tanggal 15 Agustus 1534 di Kapel Notre-Dame de
Montmartre.
Ignatius berumur 40 tahun. Setelah Komuni Kudus, pendukung dan temantemanya
bersumpah untuk pergi ke Jerusalem, segera setelah studi mereka selesai,
untuk menginjili orang-orang kafir. Tetapi tahun berikutnya di Roma, Paus, yang
mengatur Perang Salib antara kerajaan Jerman dan Republik Venice melawan orang
Turki, membuktikan bahwa sumpah mereka itu tidak mungkin dilakukan. Sehingga
Ignatius dan teman-temannya melakukan pekerjaan misionaris di negara-negara
Kristen; di Venice, penginjilannya membangkitkan kecurigaan Dewan Inkuisisi.
Konstitusi Serikat Yesus dirancang dan disetujui di Roma, oleh Paul III, tahun 1540,
dan Jesuit menempatkan diri mereka dibawah pengaturan Paus dan berjanji akan
mematuhi Paus sepenuhnya. Pengajaran, pengakuan dosa, kotbah dan kerja amal
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 9
adalah bidang-bidang yang dipegang ordo baru ini, termasuk misi-misi keluar negeri
seperti tahun 1541, Francis Xavier dan dua temannya meninggalkan Lisbon untuk
pergi dan menginjili di Timur Jauh. Tahun 1546, karir politik ordo Jesuit dimulai, ketika
Paus memilih Lainez dan Salmeron mewakilinya di konsili Trente dengan posisi
sebagai �ahli teologia Paus�.
Semangat yang menyala-nyala semakin dibangkitkan seiring dengan
bertambahnya waktu. Selain misi-misi luar negeri, aktifitas anak-anak Loyola mulai
diarahkan pada jiwa-jiwa, khususnya diantara orang-orang yang berkuasa. Politik
adalah bidang utama mereka, semua usaha dari para �pengarah� ini difokuskan
kepada satu tujuan yaitu seluruh dunia tunduk kepada Paus. Untuk mewujudkan hal
ini �para kepala� (orang-orang yang memegang kekuasaan penting) harus ditaklukkan
terlebih dahulu. Ada dua senjata penting guna merealisasikan ide tersebut: menjadi
imam penasehat orang-orang penting dan penasehat pendidikan anak-anak dari
orang-orang tersebut. Dengan begitu masa sekarang aman, masa depan
dipersiapkan.
Tahta Suci (Roma) segera menyadari kekuatan yang dimiliki ordo baru ini.
Pada awalnya, jumlah anggota ordo dibatasi sebanyak 60 orang, tetapi kebijakan ini
dicabut. Sewaktu Ignatius meniggal, tahun 1556, anak-anaknya tidak hanya sedang
bekerja diantara para penyembah berhala di India, China, Jepang, Amerika, tetapi
juga dan khususnya di Eropa, yaitu Perancis , Jerman bagian Barat dan Selatan,
dimana mereka berperang melawan para heresy, di Spanyol, Portugal, Italia, dan
bahkan Inggris, untuk mencapai Irlandia. Sejarah mereka yang penuh dengan
perubahan dan kejutan, akan menjadi jaring Roma yang coba mereka sebarkan ke
seluruh dunia yang mata rantainya akan selalu dirusak dan diperbaiki.
****
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 10
BAB IV: JIWA DARI ORDO JESUIT
Para Jesuit dulunya ingin menjatuhkan keabsolutan sistem monarki ke bawah
Gereja Roma dan mempertahankan Gereja tersebut dalam masyarakat sipil sehingga
para Paus bisa dianggap sebagai perwakilan sementara Bapa Sorgawi, kepala para
orang Kristen. Selama para penguasa ini sepenuhnya patuh kepada perintah tuannya
Jesuit dan Roma), para Jesuit akan menjadi pendukung yang setia. Sebaliknya kalau
para pangeran/penguasa tersebut melawan, maka Jesuit berubah menjadi musuh
yang paling menyebalkan.
Kita telah melihat melalui semangat penghikmatan, bagaimana pendiri Ordo
ini tertinggal pada jamannya dalam hal pemahamannya yang sederhana, disiplin para
rohaniawan dan secara umum, konsep mengenai bawahan. Konstitusi dan
penghikmatan, dua hal penting dalam sistem ini, membuat kita tidak ragu akan ordo
ini. Apapun yang mungkin dikatakan oleh muridnya Loyola, kepatuhan mendapat
tempat yang istimewa.
Perjalanan ordo ini mengalami pasang surut karena tidak ada satu negarapun
yang tidak menolaknya dan hal ini membuatnya dikenal oleh semua pemerintahan
yang ada, bahkan oleh orang Katolik sendiri. Dengan memasukkan orang-orang yang
benar-benar setia pada ordo ini, untuk mengajar orang-orang kelas atas, Serikat
Yesus adalah penguasa universal atau Ultramontanism dan dikenal sebagai ancaman
terhadap kedaulatan masyarakat sipil, karena aktivitas yang dilakukan oleh ordo ini
semakin lama semakin berubah mengarah ke politik.
****
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 11
BAB V: HAK ISTIMEWA ORDO JESUIT
Setelah 1558, Lainez, ahli siasat konsili Trente yang licik, diangkat menjadi
Jenderal Dewan Jemaat wilayah tersebut dan mempunyai kekuasaan untuk mengatur
ordo Jesuit menurut inspirasinya sendiri. Deklarasi yang ia rancang bersama
Salmeron dimasukkan ke dalam konstitusi ordo Jesuit dalam membentuk sebuah
uraian. Mereka mempraktekkan kekuasaan mutlak untuk memilih jenderal seumur
hidup ordo Jesuit. Seorang supervisor, ahli keuangan dan para asisten yang berasal
dari Roma juga membantunya untuk mengatur ordo Jesuit yang kemudian dibagi ke
dalam lima jemaat wilayah yaitu Italia, Jerman, Perancis, Spanyol, Inggris dan
Amerika, setiap wilayah dibagi menjadi propinsi yang menyatukan ordo-ordo Jesuit
yang berbeda-beda pembentukannya. Hanya supervisor dan para asisten yang
dicalonkan oleh dewan jemaat wilayah. Sang Jenderal menunjuk semua stafnya,
mengumumkan perintah-perintah, mengatur kekayaan ordo sesuai dengan
kemauannya dan mengarahkan segala aktifitas ordo yang mana akan dia
pertanggungjawabkan hanya kepada Paus saja.
Karena misi-misinya sangat tergantung kepada pemimpinnya dan
memerlukan otonomi yang lebih luas agar aksi-aksinya menjadi efektif, paus
memberikan hak-hak istimewa yang tampaknya bagi ordo-ordo yang lain hak tersebut
melebihi batas yang wajar.
Karena konstitusinya juga, para Jesuit bebas dari kewajiban untuk
mengasingkan diri yang umumnya biasa dilakukan oleh para pastor Katolik. Nyatanya
mereka adalah para biarawan yang hidup �didunia� dan dari luar mereka sama sekali
tidak berbeda dengan penatua biasa. Tetapi berlawanan dengan hal tersebut dan
dengan jemaat wilayah lainnya, mereka tidak tunduk kepada otoritas uskup. Pada
awal 1545, sebuah dokumen resmi dikeluarkan Paus Paul III yang mengijinkan para
Jesuit untuk berkotbah, mendengarkan pengakuan dosa, mempersiapkan dan
mengedarkan sakramen, dan hak untuk mengadakan misa; pendek kata menjalankan
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 12
fungsi-fungsi mereka tanpa bertanggungjawab kepada uskup. Hanya pemberkatan
pernikahan saja yang tidak boleh mereka lakukan.
Mereka mempunyai kekuasaan untuk memberikan pengesahan, mengubah
sumpah atau bahkan membatalkan sumpah tersebut. Kekuasaan Jenderal Jesuit
bahkan lebih besar lagi. Dia dapat mencabut hukuman yang menimpa para anggota
Serikat Yesus sebelum atau sesudah mereka menjadi murid ordo tersebut.
Paus memerintahkan kepada para pangeran dan raja untuk menghargai
semua hak istimewa kaum Jesuit, kalau tidak mereka diancam akan dicabut hak
keanggotaan gerejanya .
Dengan memberikan semua hak istimewa tersebut, kepausan tidak hanya
menyediakan bagi mereka senjata ampuh untuk melawan �para orang kafir�, tetapi
juga menggunakan Jesuit sebagai pelindung untuk kekuasaan mereka didalam
Gereja dan yang melawan Gereja. Kalau kepausan didukung oleh Jesuit, keseluruhan
keberadaan Jesuit tergantung kepada spritual dan supremasi kepausan, sehingga
kepentingan kedua pihak terikat satu sama lain.
Saat ini ada 33.000 anggota resmi Serikat Yesus yang beroperasi di seluruh
dunia dengan berbagai tingkatan jabatan, prajurit dalam pasukan rahasia angkatan
bersenjata yang mana berisi juga pemimpin partai politik, para pejabat tinggi, para
jenderal, para penegak hukum, para dokter, para profesor fakultas, dan lain-lain.
Semuanya berjuang untuk mewujudkan �I�Opus Dei�, Pekerjaan Tuhan, dalam dunia
nyata sebenarnya rencana-rencana kepausan.
****
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 13
BAGIAN II: JESUIT di EROPA SELAMA ABAD 16 dan 17
BAB I: ITALIA, PORTUGAL, SPANYOL
Perancis adalah tempat kelahiran Serikat Yesuit, tetapi di Italia-lah program
dan konstitusinya diterima. Di Italia, Serikat Yesus mengakar dan menyebar ke luar
Italia. Italia sukar dijangkau oleh gerakan reformis. Berdasarkan sebuah laporan dari
Jesuit, Emmanuael Phillibert of Savoy melakukan penghakiman berdarah terhadap
para Heresi (orang-orang yang tidak sejalan dengan pengajaran Katolik Roma) tahun
1561. Hal yang sama terjadi di Calabria, Casal di San Sisto dan Guardia Fiscale.
Jesuit sangat berkuasa di Parma, dan Napoli selama abad ke-16 dan ke-17.
Tetapi di Venice, dimana mereka sebelumnya diterima dengan segala kemurahan
hati, kemudian dipaksa keluar dari kota tersebut pada 14 Mei 1606. Mereka kembali
lagi tahun 1656, tetapi pengaruh mereka di Republik Venice tersebut tidak ada lagi.
Portugal adalah negara pilihan ordo ini. Para pastor Katolik Roma paling
berpengaruh di Portugal dibandingkan di negara manapun. Mereka tidak hanya
bertindak sebagai penasehat keagamaan keluarga kerajaan, tetapi raja dan para
menterinya selalu berkonsultasi dengan para pastor tersebut mengenai hal-hal
penting. Dari salah satu pengakuan mereka, kita mengetahui bahwa tidak satu
tempatpun dalam administrasi negara dan gereja dapat diperoleh tanpa seijin Jesuit
tersebut, bahkan seringkali para biarawan, orang-orang kelas atas dan masyarakat
saling memberikan ijin hanya untuk memenangkan hati dan persetujuan masingmasing.
Politik luar negeri Portugal juga dipengaruhi oleh para Jesuit.
Pada kenyataannya, kita bisa melihat keadaan Portugal yang tidak
menggembirakan. Seluruh energi dan kecerdasan yang dimiliki oleh bangsawan
Pombal, dipertengahan abad ke-18, dikerahkan untuk melepaskan Portugal dari
cengkraman Ordo Jesuit.
Di Spanyol, penetrasi Ordo Jesuit berlangsung lamban. Terjadi konflik yang
berkepanjangan antara Jesuit dengan biarawan yang lebih tinggi dan kaum
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 14
Dominikan, Charles U dan Philip LL, pada saat menerima servis Jesuit, tidak
mempercayai para pasukan Paus ini dan takut kekuasaan Jesuit berkembang di luar
batas. Tetapi dengan kelicikannya ordo ini dapat mengalahkan perlawanan tersebut.
****
BAB II: JERMAN
Eropa Tengah : Perancis, Belanda, Jerman, Polandia secara histories
merupakan situs pertempuran antara kaum Katolik dan Protestan. Negara-negara ini
adalah ladang utama pertempuran bagi Serikat Yesus.
Di Bavaria, seorang Duke(bangsawan) muda Albert U, seorang Katolik fanatik
dan terpelajar di Ingoistadt, sebuah kota Katolik kecil, meminta pertolongan Jesuit
untuk berperang melawan para �heresy� (kaum sesat).
Pada 7 Juli 1556, 8 pastor dan 12 guru jesuit memasuki Ingoistadt. Dimulailah
era baru bagi Bavaria. Konsepsi Katolik Roma mengatur arah politik para pangeran
dan tingkah laku para bangsawan Bavaria. Tetapi konsepsi itu hanya menjangkau
kalangan atas saja, tidak rakyat biasa, walaupun demikian disiplin besi yang
diterapkan oleh negara dan gereja membuat masyarakat Bavaria menjadi umat
Katolik yang setia, patuh, fanatik dan tidak toleran terhadap para �heresy�.
Mayrhofer of Ingoistadt, seorang Jesuit, mengajarkan bahwa kami (Jesuit)
tidak akan dihakimi jika kami memerintahkan untuk membunuh kaum Protestan, lain
halnya kalau kami diminta menjatuhkan hukuman mati untuk para pencuri, pembunuh,
penghianat dan para pelaku revolusi.
Sesaat setelah para pastor Jesuit tiba di Bavaria, kelakuan Albert V terhadap
kaum Protestan dan semua yang simpatik terhadap Protestan semakin kejam dan
menjadi-jadi. Sejak tahun 1563, tanpa belas kasihan dia memusnahkan semua orangorang
yang tidak patuh dan juga para penganut Anabaptis, mereka ditenggelamkan,
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 15
dibakar, dipenjarakan dan dirantai, semua tindakan Albert V itu disetujui oleh Jesuit
Agricola. Akhir tahun 1586, para penganut Anabaptis dari Movaria berhasil
menyembunyikan 600 korban yang selamat dari penyiksaan Duke Guillaume. Ini satu
contoh yang membuktikan bahwa beribu-ribu dan bukan beratus-ratus yang
dimusnahkan, kekejaman yang mengerikan yang menimpa negara berpopulasi
rendah ini. Secara perlahan, semua pengajaran di Bavaria diserahkan kepada Jesuit
dan bumi Bavaria menjadi pusat penetrasi Jesuit ke Jerman bagian barat, timur dan
selatan.
Archduke (bangsawan agung) Charles of Styrie, putra terakhir Ferdinand
menikah dengan seorang putri bangsawan Bavaria tahun 1571. Dibawah pengaruh
putri ini, Charles bekerja keras memusnahkan para heresi dari kerajaannya dan ketika
ia meninggal, tahun 1590 dia meminta anaknya dan sekaligus penggantinya,
Ferdinand, bersumpah untuk melanjutkan pekerjaannya. Ferdinand tentu saja siap
untuk hal tersebut. Selama lima tahun sebelumnya Ferdinand adalah seorang murid
Jesuit di Ingolstadt; lagipula dia seorang yang berpikiran dangkal sehingga baginya
tidak ada tugas yang lebih mulia daripada membangun kembali Gereja Katolik di
negaranya itu. Tidak peduli apakah itu merupakan suatu keuntungan bagi negaranya
atau tidak, bukanlah urusan Tuhan, katanya, Saya lebih suka berkuasa atas negara
yang tinggal puing belaka daripada atas negara yang dikutuk.
Tahun 1617, Archduke Ferdinand dimahkotai sebagai Raja Bohemia.
Dipengaruhi oleh Viller, seorang Jesuit, Ferdinand berperang melawan kaum
Protestan. Tindakannya itu merupakan awal perang agama berdarah, yang selama 30
tahun ke depan, mencengkram Eropa dalam ketakutan. Tahun 1618, Prague mulai
memberontak secara terbuka, Kaisar Mathias mulanya mencoba untuk kompromi,
tetapi dia tidak mempunyai cukup kekuatan untuk membuat semua keinginan menang
atas raja Ferdinand, yang didominasi oleh para Jesuit; sehingga akhirnya harapan
untuk menyelesaikan konflik tersebut sirna sama sekali. Pada saat yang bersamaan
negara-negara Bohemia mengeluarkan deklarasi bahwa semua Jesuit harus keluar
dari Bohemia, karena mereka menyadari bahwa Jesuitlah promotor perang sipil
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 16
tersebut. Kemudian disusul oleh Moravia dan Silesie, dan kaum Protestan Hongaria
dimana Jesuit Pazmany memerintah dengan tangan besi, memberontak juga. Tetapi
pertempuran di White Mountain (1620) dimenangkan oleh Ferdinand, yang kemudian
diangkat kembali menjadi Kaisar setelah kematian Mathias.
Jesuit membujuk Ferdinand untuk mengenakan hukuman yang kejam kepada
para pemberontak. Protestanisme dicabut sampai keakar-akarnya di seluruh negara
tersebut. Akhirnya di penghujung perang akan selesai, negara itu benar-benar hancur.
Setelah perang 30 tahun tersebut selesai, dan perjanjian perdamaian dibuat
menjamin kaum Protestan Jerman mempunyai hak politik yang sama dengan orang
Katholik, tetapi Jesuit terus �berperang�.
Jesuit mempunyai murid Leopold I, yang kemudian memerintah sebagai
kaisar, dan berjanji untuk mengeksekusi orang-orang Protestan di seluruh negerinya,
terutama Hungaria. �Dikawal� oleh pasukan bersenjata berat kekaisaran, Jesuit
menjalankan tugas meng-Katholik-an orang Hungaria tahun 1671. Rakyat Hungaria
memberontak, perangpun dimulai dan berlangsung hampir satu generasi. Para
pemberontak menang, dibawah kepemimpinan Francis Kakoczy. Sang pemenang
mengusir keluar Jesuit dari negara-negara yang jatuh ke dalam kekuasaannya, tetapi
ordo tersebut berhasil menunda tindakan itu dan pengusiran Jesuit baru terjadi tahun
1707.
Setelah perang agama, yang tersisa di Jerman adalah kekuatan politik yang
lemah, keruntuhan secara intelektual dan moral, penurunan populasi penduduk yang
tajam dan kemiskinan di seluruh Jerman akibat dari aksi-aksi Jesuit.
****
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 17
BAB III: SWISS
Selama abad ke-17 Jesuit mampu memantapkan dirinya di Swiss, setelah
ditolak oleh beberapa kota konfederasi selama 50 tahun terakhir di abad ke-16. Uskup
Agung Milan, Charles Barromee, menyadari apa yang akan terjadi karena tindakantindakan
Jesuit. Charles menulis surat kepada penasehatnya bahwa Serikat Yesus
akan menjadi sangat kuat. Dia akan menguasai raja dan pangeran dan mengatur
urusan-urusan spiritual, institusi kepausan telah kehilangan maknanya, kita harus
menghancurkan ordo ini.
Setiap rencana yang dibuat di Roma atau oleh kekuatan asing lainnya, untuk
melawan Protestanisme di Swiss dapat dipastikan mendapat dukungan penuh dari
Jesuit. Tahun 1620, Jesuit berhasil membuat populasi Katolik di Veltlin bangkit
melawan kaum Protestan dan membunuh 600 orang Protestan. Paus memanjakan
orang-orang yang ambil bagian dalam rencana tersebut. Tahun 1656, mereka
menimbulkan perang diantara anggota-anggota dari berbagai macam aliran agama.
Sekali lagi sebuah perang agama baru diprakarsai oleh Jesuit.
Tahun 1712, perundingan perdamaian diadakan di Aarau, Lucerne dan Uri
baru saja menerima perjanjian damai tersebut ketika Jesuit, atas perintah dari Roma,
melakukan segala cara untuk membalikkan keadaan. Jesuit menolak menghargai
orang-orang yang enggan mengangkat senjata. Mereka memproklamirkan bahwa
setiap orang tidak diharuskan menepati janjinya kepada kaum �heresi�; mereka
membuat para anggota dewan menjadi tersangka dan mencoba menyingkirkan
mereka dari posisinya serta melakukan provokasi, di Lucerne, ada ancaman untuk
membangkitkan perlawanan rakyat terhadap pemerintah. Orang Katholik kalah dalam
peperangan dan terpaksa menandatangani perjanjian damai.
Sejak saat itu pengaruh jesuit di Swiss semakin mengecil. Saat ini UUD Swiss
pasal 51 melarang Serikat Yesus mengadakan aktifitas kebudayaan dan pendidikan di
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 18
wilayah territorial konfederasi, dan usaha-usaha untuk menghapuskan pasal 51 ini
selalu dapat dikalahkan.
****
BAB IV: POLANDIA dan RUSIA
Dominasi Jesuit di Polandia merupakan yang terburuk dibandingkan di
negara-negara lain. Jesuit sepenuh bertanggungjawab terhadap pengerusakan dan
kemerosotan Polandia dimulai bahkan sebelum mereka tiba di negeri ini. Dari semua
negara, Polandia yang memiliki berjuta-juta Kristen Ortodoks, sudah sepantasnya
mengakui toleransi beragama sebagai seluruh satu prinsip utama dalam politik dalam
negerinya. Jesuit tidak menyukai hal tersebut.
Kolonel Beck, menteri luar negeri Polandia dari tahun 1932-1939 berkomentar
(setelah Perang Dunia II) : �Vatikan adalah penyebab utama tragedi di negeri saya.
Saya terlambat menyadari bahwa kami telah menjalankan politik luar negeri untuk
kepentingan gereja Katolik�.
Tahun 1581 Pastor Possevino, berusaha mempertemukan Czar Ivan the
Terrible dari Moskow dan Gereja Roma. Ivan menerima. Penuh dengan harapan,
Possevino, tahun 1584, menjadi mediator perdamaian di Kirewora Gora antara Rusia
dan Polandia, sebuah perjanjian perdamaian yang menyelamatkan Ivan dari
kesulitan-kesulitan yang tidak mudah dielakkan. Sebenarnya ini yang diharapkan oleh
penguasa yang licik itu, Ivan. Tidak ada lagi pembicaraan mengenai pengkatolikkan
Rusia. Possevino meninggalkan Rusia tanpa hasil. Dua tahun kemudian kesempatan
bagi para pastor/biarawan yang lebih baik muncul untuk menguasai Rusia : Grisehka
Ostrepjew, -seorang mengungkapkan bahwa dia sebenarnya Dimitri, putra Czar Ivan,
yang telah dibunuh- berjanji untuk menyerahkan Rusia kepada Roma karena dia
adalah pewaris tahta Czar. Tanpa pikir panjang, Jesuit memperkenalkan Ostrepjew
kepada keluarga Palatine of Sandomir yang kemudian menikahkan putrinya dengan
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 19
Ostrepjew. Mereka berhasil membangkitkan tentara Polandia untuk melawan Czar
Boris Gondovnov. Sebagai hadiahnya, Dimitri palsu menyerahkan, dalam nama
Ostrepjew, dan menjanjikan pembentukan ordo Jesuit di Moskow, dekat Kremlin,
setelah kemenangannya atas Boris.
Tanggal 27 Mei 1606, Dimitri palsu membunuh beberapa pengikut Polandia.
Aliansi antara Austria dan Sigismond III untuk melawan Turki, yang tentunya didukung
oleh Ordo Jesuit. Polandia merupakan negara yang paling menderita karena dominasi
Jesuit, dan Portugal merupakan negara dimana Jesuit begitu berkuasa. Polandia tidak
hanya memiliki seorang raja para Jesuit, tetapi juga seorang raja Jesuit tulen, Jean-
Casimir, penguasa milik ordo Jesuit sebelum pengangkatannya sebagai raja tahun
1649.
****
BAB V: SWEDIA dan INGGRIS
Di negara-negara Skandinavia, paham Lutheran menenggelamkan segala
sesuatunya, dan sewaktu para Jesuit balik membalas, mereka tidak menemukan
seperti apa yang terjadi di Jerman : partai Katolik termasuk kelompok minoritas tetapi
tetap kuat.
Harapan mereka satu-satunya adalah berusaha mengkatolikkan penguasa
yang secara rahasia disukai oleh Kekatholikkan yaitu raja Jean III lagipula dia
menikahi seorang putri Polandia, Catherine, seorang Katolik Roma tahun 1568. Tahun
1574, Pastor Nicolai dan Jesuit lainnya dikirimankan untuk mendirikan sekolah
teologia dimana mereka menjadi para �penginjil� (proselytizers) Roma yang
emosional. Kemudian sang negosiator yang pandai, Possevino berhasil
mengkatholikkan Jean III dan mengatur pendidikan putranya Sigismond, yang akan
menjadi Sigismond III, raja Polandia, ketika saatnya tiba untuk menyerahkan Swedia
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 20
kepada Tahta Suci, keadaan raja : pernikahan para pendeta, penggunaan bahasa
daerah dalam misa dan komuni, yang semuanya telah ditolak oleh kaum Curia Roma,
membuat negosiasi-negosiasi menemui jalan buntu. Lagipula, raja yang telah
kehilangan istri pertamanya ini, menikah kembali dengan seorang Lutheran dari
Swedia, Jesuit akhirnya harus meninggalkan negara tersebut.
50 tahun kemudian ordo Jesuit memperoleh kemenangan besar di Swedia.
Ratu Christine, putri Gustave-Adolphe, keturunan terakhir dari keluarga Wasas,
menjadi Katolik karena konflik. Karena pindah agama, Ratu Christine pun harus turun
tahta tanggal 24 Juni 1654.
Di Inggris sebaliknya, situasi tampaknya berpihak pada Serikat Yesus ini dan
berharap, walaupun untuk sementara, membawa negara ini kembali di bawah
kekuasaan Tahta Suci. Pada waktu Elisabeth naik tahta tahun1558, seluruh penduduk
Irlandia adalah umat Katholik, sedangkan Inggris mencapai 50% dari total penduduk
pada tahun 1542.
Seminari-seminari dibentuk dibawah arahan Jesuit, dengan tujuan untuk
melatih para misionaris Inggris, Irlandia dan Skotlandia. Dalam perjanjian dengan
Philip II dari Spanyol, Roma bekerja untuk menyingkirkan Elizabeth demi kepentingan
Mary Stuart yang Katolik. Jesuit yang telah tiba di Inggris tahun 1580, ambil bagian
dalam sebuah pekerjaan besar Katolik di Southwork.
Jesuit,secara rahasia, mencetak selebaran yang mennetang Ratu dan Gereja
Anglikan. Salah satu dari Jesuit itu, Pastor Campion, akhirnya ditangkap dan dijatuhi
hukuman gantung. Mary Stuart pun dihukum mati tahun 1587.
Kemudian datanglah ekspedisi Spanyol yang membuat Inggris gemetar untuk
sesat dan hal ini membuat Jesuit sedikit leluasa untuk bergerak. Walaupun Jesuit
tidak bisa melanjutkan proyek-proyek besarnya dan hanya melatih pastor-pastor
Inggris di Valladolid, Seville, Madrid dan Lisbon, tetapi propaganda rahasianya masih
berlanjut di Inggris dibawah arahan Pastor Garnett. Dibawah Raja James I, pengganti
Elizabeth, Garnett ditangkap dan dijatuhi hukuman gantung juga.
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 21
Dibawah pemerintahan Raja Charles II, yang bersama Louis XIV
menandatangani perjanjian rahasia untuk mengembalikan Kekatolikan di Inggris,
Jesuit mengira akan menang. Tetapi mereka salah, Charles II menggantung 5 pastor
Jesuit dengan tuduhan pengkhianatan tingkat tinggi. Demikian juga pada masa Raja
James II, yang berpura-pura akan mengkatolikkan Inggris dan mengijinkan Jesuit di
negaranya. Jesuit kembali tertipu.
Semua peristiwa diatas menjadi penyebab revolusi 1688. Jesuit terlalu lemah
untuk melawan arus. Di Inggris, perbandingannya adalah 20 orang Protestan untuk 1
orang Katolik. Raja terjungkal; semua anggota Jesuit dimasukkan ke dalam penjara
atau bahkan dibinasakan. Jesuit telah kalah di Inggris.
****
BAB VI: PERANCIS
Tahun 1551, ordo Jesuit mulai menancapkan kukunya di Perancis, setelah 17
tahun sejak pendiriannya di Kapel Santo Denis di Montmartre.
Mereka memperlihatkan diri mereka sebagai musuh gerakan reformasi yang
telah memenangkan sepertujuh populasi Perancis, tetapi rakyat Perancis mencurigai
para Jesuit ini sangat loyal terhadap Tahta Suci sehingga penetrasi Jesuit
berlangsung lamban pada awalnya. Seperti layaknya di negara lain dimana mereka
tidak disukai oleh rakyat kebanyakan, mereka mendekati pejabat-pejabat pengadilan,
kemudian melalui orang-orang ini, mereka masuk ke kalangan kelas atas. Tetapi di
Paris, anggota Parlemen dari kalangan universitas dan bahkan Pendeta tetap
menunjukkan sikap bermusuhan. Hal itu tampak jelas sewaktu Jesuit hendak
membuka sebuah sekolah (college).
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 22
Walaupun demikian para Pastor Jesuit diijinkan menetap di Billom, sudut kota
Auvergue. Dari daerah ini, mereka mengatur sebuah aksi besar melawan gerakan
reformasi di propinsi-propinsi di Perancis bagian Utara.
Ordo Jesuit akhirnya berhasil mendirikan College of Clermont berkat Ibu Suri
Catherine of Medici, yang mana akhirnya terjadi persaingan dengan pihak Universitas.
Perlawanan dari Universitas, Pendeta dan Parlemen berkurang karena konsesi,
secara verbal, yang dibuat ordo tersebut yang berjanji untuk menyetujui hak azasi
manusia; tetapi pihak Universitas telah berjuang lama dan keras melawan slogan
�Manusia disuap dengan dibiayai oleh Perancis untuk mempersenjatai mereka sendiri
melawan Raja�, menurut Etienne Pasquier, dan yang kata-katanya kemudian terbukti
benar.
Dalam College of Clermont dipraktekkan hal berikut �Jacques Clement telah
melakukan perbuatan terpuji yang diilhami oleh Tahta Suci........ jika kami bisa
berperang melawan raja (Perancis), maka mari kita berperang; jika kita tidak bisa
berperang melawan raja, maka mari kita bunuh dia........� dan berikut ini �Kita
membuat kesalahan besar pada hari Santo Bartholomew; seharusnya kita
menumpahkan darah anggota kerajaan.�
Tahun 1592 Barriere yang mencoba membunuh Henry IV mengaku bahwa
Pastor Varade, Rektor Ordo Jesuit di Paris, telah membujuknya untuk melakukan
percobaan pembunuhan tersebut. Tahun 1594, lagi usaha pembunuhan dilakukan
oleh Jean Chatel, mantan murid Jesuit yang telah mendengarkan pengakuan Barriere
sebelum melakukannya. Latihan-latihan untuk melakukan pembunuhan tersebut
dilaksanakan dikediaman Pastor Guignard. Pastor tersebut kemudian dihukum
gantung di Greve. Kemudian Raja mengeluarkan maklumat agar Parlemen
menghancurkan ordo Jesuit dari kerajaannya, karena mereka adalah �Koruptor,
perusak kedamaian umum dan musuh Negara dan Kerajaan Perancis....................�
Maklumat tersebut tidak dijalankan dengan sepenuhnya, tahun 1603,
maklumat tersebut dicabut oleh Raja tanpa menghiraukan nasehat dari Parlemen.
Aguaviva, Jenderal Jesuit, pandai dalam melakukan manuvernya dan dapat
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 23
meyakinkan Raja Henry IV bahwa bila ordo Jesuit didirikan kembali di Perancis, akan
melaksanakan kepentingan negara dengan loyal. Bagaimana dia bisa mempercayai
bahwa orang-orang Roma yang fanatik akan menerima maklumat Nantes (1498) yang
menetapkan hak-hak orang Protestant di Perancis, dan bahkan lebih buruk lagi
mereka (Ordo Jesuit) akan mendukungnya (Henry IV) melawan Spanyol dan
Kekaisarannya ? Kenyataannya, Henry IV memilih Pastor Cotton, seorang anggota
ordo Jesuit yang paling menonjol, sebagai penasehat dan pembimbing keluarga
Dauphui. Tanggal 16 Mei 1610, pada malam kampanye Henry IV untuk melawan
Austria, dia dibunuh oleh Ravaillac yang mengaku bahwa ia telah diilhami oleh tulisantulisan
Pastor Mariana dan Suarez.
Parlemen menyatakan bahwa Ravaellac hanyalah alat dari ordo tersebut dan
memerintahkan untuk membakar buku-buku Mariana.
Berkat Pastor Cotton, Serikat Yesus dapat keluar dari permasalahan ini.
Kekayaannya, institusi-institusi yang didirikannya bertumbuh dengan cepat. Sewaktu
Louis XIII naik tahta, dan Richelieu memegang kuasa pemerintahan, terjadi benturanbenturan
kepentingan. Kardinal tidak membiarkan seorangpun melawan kebijakan
politik Richelieu Caussin seorang Jesuit dan penasehat Raja, mengetahui hal tersebut
sehingga ia dimasukkan ke dalam penjara, atas perintah Richelieu, sebagai musuh
negara.
****
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 24
BAGIAN III: MISI
BAB I: INDIA, JEPANG, CINA
Menarik orang-orang kafir menjadi Katholik merupakan tujuan pertama ordo
Jesuit. Walaupun kebutuhan untuk memerangi kaum Protestan di Eropa melibatkan
murid-murid Jesuit, dan secara politik dan keagamaan, menjadi tugas utama mereka,
mereka kemudian melalui penginjilan di negara-negara yang jauh.
Idealisme mereka adalah menaklukkan dunia dibawah kekuasaan Tahta Suci,
sehingga mereka harus pergi keseluruh dunia untuk menaklukkan jiwa-jiwa.
Francis Xavier, salah satu teman Iganitius yang pertama, adalah pendukung
terbesar penginjilan di Asia. Tahun 1542, dia mendarat di Gaa dan mendapatkan
bahwa disana sudah ada seorang Uskup, sebuah Katedral dan ordo Fransiscan yang
bersama dengan para pendeta Portugis sudah memulai penyebaran ajaran Kristus.
Sebenarnya ia tidak lebih dari hanya seorang pelopor dan �penggembira� daripada
seseorang yang dapat menghasilkan sesuatu yang abadi. Berapi-api, antusias, selalu
mencari �ladang� baru, dia tidak lebih seorang penunjuk jalan daripada seorang yang
melapangkan jalan. Di Malaka, pulau Banda, Makasar dan Srilangka, ia
memenangkan 70.000 orang kafir terutama dari kasta rendahan karena
kepribadiannya yang menyenangkan dan kemampuan pidatonya yang
mengagumkan. Ia berhasil karena tidak memandang rendah terhadap dukungan
politik dan militer Portugis. Hal ini juga berdampak terhadap meningkatnya
kepentingan terhadap misi serupa di Eropa dan kemashyuran terhadap Serikat Yesuit.
Francis Xavier kemudian meninggalkan India menuju Jepang. Tahun 1552, ia
meninggal saat hendak memasuki Canton, Cina. Pengganti Francis Xavier di India,
Robert de Nobile, dengan sukses menerapkan metode yang sama yang diterapkan di
Eropa. Ia masuk ke kalangan atas dengan cara mengadopsi cara berpakaian mereka,
kebiasaan, cara hidup kaum Brahmana, dan mencampur upacara keagamaan mereka
dengan Kekristenan. Dia mengaku telah memenangkan 250.000 jiwa, tetapi seabad
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 25
setelah kematiannya, sewaktu dilakukan observasi oleh Paus Benedict XIV, ke-
250.000 tidak tampak batang hidungnya.
Francis Xavier yang mendarat di Jepang mulai melakukan tugasnya, bersama
dengan seorang penduduk asli Jepang yang telah menjadi seorang Katolik,
Yagiro.Setahun kemudian dia mengaku telah memenangkan 100.00 jiwa. Tahun 1587
terjadi peperangan antar klan di Jepang. Jesuit memanfaatkan perang ini dan bekerja
sama dengan pedagang Portugis. Karena kerja samanya ini, penguasa Jepang yang
menang tidak mempercayai Jesuit lagi. Akibatnya gereja Katolik di Jepang
dihancurkan, 6 pastor ordo Fransiskan dan 3 pastor ordo Jesuit disalib, orang-orang
Katolik Jepang dibunuh dan ordo Jesuit pun dilarang.
Peristiwa diatas tidak menyurutkan semangat Jesuit. Mereka tetap bertahan
di Jepang dan melakukan kegiatannya dengan rahasia. Tahun 1614, Shogun
pertama, Tokugawa Yagasu, tidak menyukai aksi berhala mereka mulai
mengeksekusi para Jesuit. Tahun 1638 pemberontakan oleh para Kristen Nagasaki
ditumpas. Berakhirlah petualangan Jesuit di Jepang.
Di Cina, Jesuit diterima dengan baik dan kebanyakan berperan sebagai
ilmuwan dan tunduk kepada upacara keagamaan yang telah berusia beratus-ratus
tahun. Ilmu yang ditransfer kepada orang Cina yaitu meteorologi dan kenyataan
bahwa bumi adalah bulat. Lagipula orang Cina tidaklah sefanatik orang Jepang.
Sebelumnya seorang pastor Italia, Ricci, telah membuka jalan ke Cina. Dia menjadi
seorang astronomi. Astronomi dan matematika memegang peranan penting dalam
institusi-institusi ilmiah di Cina.
Sebenarnya cukup menggelitik untuk diketahui bahwa para pastur di Peking
sibuk meralat kekeliruan-kekeliruan dalam astronomi Cina, sedangkan di Roma, Tahta
Suci terus menghujat sistem Copernicus dan hal tersebut terjadi sampai 1822 !
Tahun 1599 gereja Katolik pertama di Peking berdiri. Kemudian Ricci
meninggal dan digantikan oleh seorang Jerman, Pastur Shall von Bell, seorang ahli
astronomi yang juga menerbitkan beberapa tulisan dalam bahasa Cina; tahun 1644,
dia diberi gelar �Presiden Matematika�, yang tentu saja menimbulkan keirian di antara
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 26
orang-orang Cina sendiri. Tahun 1617, semua orang asing di usir keluar Cina;
kemungkinan karena para pastur yang baik itu dikirimkan ke Portugis dalam kurungan
kayu; tetapi kemudian mereka dipanggil kembali karena mereka merupakan para ahli
astronomi yang terampil. Kaisar melihat suatu ramalan adanya bahaya karena
penetrasi dari Pasifik.
Tidak hanya dalam astronomi, dalam penginjilanpun mereka terampil. Mereka
menginjili di 41 daerah di Cina, 159 gereja didirikan dan 257.000 anggota dibaptis.
Tetapi kemudian mereka diusir lagi dan Pastur Shall akan dihukum mati. Tetapi dia
selamat karena adanya gempa bumi dan kebakaran di istana kekaisaran yang dengan
cerdiknya diubah menjadi sebagai tanda bahwa sorga sedang murka, dan dia
meninggal 2 tahun kemudian dengan damai. Rekan-rekannya akhirnya harus
meninggalkan Cina.
Tahun 1669, atas penghargaan yang tinggi kepada para Jesuit Kaisar Kang-
Hi memanggil mereka kembali dan memerintahkan upacara pemakaman yang
khidmat terhadap sisa tulang Lam Lo Vam (Jean-Adam Shall). Seorang pastur
Belgia, Verbiest, menggantikan Shall. Kang-Hi yang memerintah selama 61 tahun
sangat menghargai segala hal yang telah dilakukan oleh Verbiest.
Tetapi di Cina seperti halnya di Malabar, Katolik tidak akan bertahan kalau
tidak disertai dengan kelicikan-kelicikan Jesuit mencampuradukkan doktrin Roma
dengan pengajaran Cina, Tuhan disamakan dengan Tien atau Chang-Ti, mencampur
ritual Kristen dengan Ritual Cina, menerima pengajaran Konfusius, pemujaan para
leluhur dan lain-lain.
Paus Clement XI mengecam cara Jesuit tersebut dan akhirnya pekerjaan
Jesuit di Cina hancur. Pengganti Kang-Hi melarang kekristenan dan para pastur
terakhir di Cina meninggal dan tidak digantikan.
****
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 27
BAB II: AMERIKA: PARAGUAY, NEGARA JESUIT
Misionaris Serikat Jesuit di benua Amerika jauh lebih mudah daripada di Asia,
karena:
1. Tidak ada peradaban yang maju seperti astronomi di Cina.
2. Tidak ada agama yang mapan
3. Suku-suku yang miskin dan barbar
4. Secara rohani tidak ada kekuatan.
Di Canada, suku Huron menerima Jesuit sedangkan suku Iroguois, musuh suku
Huron menyerang pos-pos Jesuit di benteng Sainte-Marie dan membunuh
penghuninya. Tahun 1649, 300 orang yang selamat meninggalkan Canada.
Tahun 1546, Portugis memanggil para Jesuit untuk bekerja di daerah-daerah
yang dikuasai Portugis di Brasil; terjadi banyak konflik antara Jesuit dengan penguasa
sipil dan ordo-ordo lainnya.
Tetapi Paraguay adalah negeri untuk dijadikan koloni Jesuit; negeri ini
terbentang dari Atlantik sampai Andes dan meliputi daerah-daerah, yang sekarang
menjadi milik Brasil, Uruguay dan Argentina. Awal abad 17, Paraguay dijadikan
propinsi oleh Jenderal Ordo Jesuit yang mendapat kuasa dari pemerintah Spanyol.
Jesuit menerapkan disiplin keras terhadap masyarakat baru ini suku Guarani.
Semua yang dimiliki seorang Kristen adalah kepunyaan Tuhan. Anak yang menyusui
harus dalam perlindungan ibunya.......kalau dia sudah bisa berjalan, dia ada di bawah
kekuasaan pastur. Pada saat beranjak dewasa, anak perempuan diajar memintal, dan
yang laki-laki diajar membaca dan menulis. Ketika yang perempuan berusia 14 dan
laki-laki 16 tahun, mereka dinikahkan. Tidak satupun dari mereka dapat menjadi
pastur, biarawan, apalagi seorang Jesuit.......tidak ada kebebasan..........Jesuit
mengawasi mereka dan juga menghukum mereka atas kesalahan-kesalahan yang
paling kecil sekalipun.
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 28
Suku Guaranis ini harus menerima semua metode ala Jesuit selama lebih dari
150 tahun, sampai para Jesuit meninggalkan Paraguay pada abad 18. Suku Guaranis
kembali lagi ke hutan mereka, kembali ke sifat asal mereka: malas, picik, sensual,
rakus, jorok dan menjalankan kebiasaan kunonya lagi, seakan-akan tidak terjadi apaapa.
****
BAGIAN IV: PARA JESUIT di MASYARAKAT EROPA
BAB I: PENGAJARAN JESUIT
Bunda Maria sangat dipuja dalam pengajaran Jesuit, karena Loyola sendiri
menganggap Bunda Maria merupakan hal terpenting dalam hidupnya. Pemujaan
terhadap Maria merupakan dasar imannya dan hal tersebut diterapkan dalam ordonya
sendiri. Pemujaan tersebut dibentuk sedemikian rupa sehingga terkadang dianggap
bahwa pemujaan tersebut merupakan agama Jesuit yang sebenarnya.
Seorang Jesuit mendapat penglihatan bagaimana Maria melindungi Serikat
Jesuit dengan jubahnya sebagai tanda sebuah perlindungan yang istimewa. Yang
lainnya, Rodrigue de Gois, yang terpesona oleh kecantikannya melihat Maria
membumbung tinggi di udara. De Gois, orang baru di Jesuit dan meninggal di Roma
tahun 1581, dibela oleh Maria dalam peperangannya melawan godaan-godaan iblis;
menguatkannya, memberinya setetes �darah Yesus� dari waktu ke waktu dan
�kenyamanan dalam dekapannya�.
Doktrin Duns Scop mengenai konsepsi Immaculate diadopsi oleh Ordo Jesuit
yang kemudian di tahun 1854 berhasil menjadikannya sebuah dogma oleh Pius IX.
Di gereja St. Michael di Munich, terdapat kerudung Maria, beberapa helai
rambutnya dan sisirnya. Benda-benda ini dipuja secara khusus oleh Jesuit. Pemujaan
ini berlangsung terus.
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 29
Ignatius menginginkan muridnya memiliki kesalehan yang sensual sama
seperti yang ia miliki. Tidak heran kalau mereka sukses dengan suku Guarani yang
cocok dengan pemujaan yang erotis. Tanpa rasa lelah mereka bekerja
mempropagandakan semangat pemujaan tersebut dan praktek-praktek berhala;
karena pengaruh Jesuit yang begitu kuat terhadap Tahta Suci, Jesuit dapat
memaksakan praktek-praktek tersebut dalam gereja Roma.
Selama 200 tahun pemujaan ini terus berkembang dan menghiasi gereja
Roma tersebut. Sampai sekarang anak-anak Loyola mencoba menyesuaikan konsep
ini dengan semangat zaman sekarang.
Instruksi-instruksi yang diberikan oleh Jesuit lebih berkesan menyolok
daripada mendalam, atau sekedar bersifat formalitas belaka. Mereka menolak
kebebasan karena kebebasan dapat berakibat fatal terhadap pengajaran-pengajaran
yang diberikan.
Sebenarnya guna relatif pengajaran Jesuit akan berkurang kalau ilmu
pengetahuan dan metoda pendidikan yang maju dan berkembang, didasarkan pada
konsep kemanusiaan (Humanity) yang luas dan mendalam. Semakin maju suatu
masyarakat, Jesuit semakin kehilangan pijakannya, hal tersebut tidak semata-mata
karena kemerosotan yang dialami mereka sendiri, tetapi karena perubahanperubahan
cara berfikir masyarakat di sekitar mereka ............... selama abad 16,
Jesuit-lah yang terdepan, tetapi selama abad 18 mereka ketinggalan.
****
BAB II: MORAL PARA JESUIT
Semangat untuk menaklukkan, keinginan yang menyala-nyala untuk menarik
hati nurani dan menguasainya, hanya menyebabkan para Jesuit tersebut lebih toleran
dengan orang-orang yang menyesal daripada para pengaku dosa yang berasal dari
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 30
ordo lain atau biarawan biasa. �Kami tidak menangkap lalat dengan cuka�, begitu
perumpamaannya.
Pengakuan dosa sebenarnya jarang dilakukan di Abad Pertengahan, tetapi
karakter gereja Roma yang keras dan dominan membuat praktek pengakuan dosa
menyebar dan bertumbuh dengan cepat. Kenyataannya selama abad ke 16,
pengakuan dosa menjadi kewajiban beragama yang harus diteliti dengan cermat.
Ignatius menganggap pengakuan dosa itu penting dan menyarankannya kepada
murid-muridnya. Hasilnya cukup mengagumkan. Pengakuan dosa menjadi sebuah
simbol kekuatan dan kegiatan ordo tersebut.
Karena hal pengakuan dosa inilah, Jesuit bisa masuk ke kalangan atas yang
memerlukan para Confessor (pastur yang mendengarkan pengakuan dosa mereka)
daripada misa bagi para pendosa biasa.
Selama abad ke-17, para Confessor ini tidak hanya mempunyai pengaruh
politis dimana-mana, tetapi juga diterima dan kadang-kadang mempunyai fungsi atau
pos secara politis. Dengan dipakainya para Confessor tersebut, hal ini
menguntungkan ordo dan Roman Curia. Mereka juga mempelajari aturan-aturan
dengan teliti dan penerapannya terhadap semua kasus yang disidangkan; catatan
mereka tentang teologi moral membuat ordo tersebut terkenal dengan reputasinya
yang dapat halus mendistorsi dan menyesatkan kewajiban-kewajiban moral dalam
pengadilan.
Contohnya �Anda tidak boleh bersaksi palsu�;�Kesaksian palsu terjadi hanya
kalau seseorang yang bersumpah menggunakan kata-kata yang dia tahu akan
mengelabui hakim, jadi penggunaan istilah yang mempunyai 2 arti diperbolehkan dan
bahkan keberatan atas keadaan mental seseorang dalam situasi tertentu
diperbolehkan........� � Jika seorang suami menanyakan istrinya yang berselingkuh
bahwa dia sudah merusak tali perkawinan mereka, sang istri dapat berkata �tidak�
tanpa keraguan kalau ikatan tersebut masih ada kalau sang istri sudah meraih
pengampunan dosa pada saat mengaku dosa, dia dapat berkata � Saya tidak
berdosa�, jika, pada waktu dia mengatakan hal tersebut, dia menganggap bahwa
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 31
pengampunan dosalah yang mengangkat beban dosanya. Jika suaminya masih
meragukannya, dia dapat meyakinkannya dengan mengatakan bahwa ia tidak
berselingkuh, dan jika dia berselingkuh lagi dia diharuskan mengakuinya.
Contoh lain: dalam sepuluh perintah Tuhan yaitu: jangan engkau membunuh.
Tetapi tidak berarti setiap orang yang membunuh itu berdosa. Sebagai contoh: jika
seorang bangsawan diancam akan dipukul, dia dapat membunuh pengancam
tersebut; tetapi tentu saja hak tersebut hanya berlaku untuk para bangsawan. Contoh
lain adalah pastor Benzi, dia menyatakan bahwa memegang dada biarawati adalah
pelanggaran ringan. Peraturan-peraturan lain yang menguntungkan Jesuit antara lain:
adalah sah untuk membunuh para tiran yang terbukti bersalah karena tidak
mengerjakan kepentingan Tahta Suci; seorang biarawan diijinkan untuk membunuh
siapa saja yang memfitnah dia atau komunitasnya.
Jadi Ordo Jesuit menetapkan hak-hak bagi dirinya sendiri untuk
memusnahkan lawan-lawannya dan bahkan anggota ordo itu sendiri yang, sudah
keluar dari ordo tersebut, berbicara terlalu banyak mengenai Ordo Jesuit.
Caramuel, anak rohani Loyola, mengatakan bahwa aturan-aturan tersebut
harus dipegang erat dan dipertahankan: � Seorang Pastor dapat menggunakan
aturan-aturan tersebut sebagai alasan untuk membunuh wanita dan mempertahankan
kehormatannya sebagai seorang pastor.�
Teori-teori tersebut juga dapat digunakan untuk menutupi kejahatankejahatan
yang dilakukan oleh para rohaniawan dan mungkin dipakai untuk menutupi
kasus pastur Uruffe tahun 1956.
****
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 32
BAB III: KEMUNDURAN ORDO JESUIT
Kesuksesan Serikat Yesuit yang diperoleh di Eropa dan negara-negara asing
lainnya walaupun diselingi dengan beberapa ketidakberuntungan, meyakinkan Serikat
ini akan keadaan yang lebih besar untuk jangka waktu yang panjang. Tetapi, seperti
yang sebelumnya sudah disebutkan, waktu tidak berjalan seturut keinginannya.
Adanya perubahan dalam berpikir dan kemajuan ilmu pengetahuan cenderung untuk
merubah cara-cara berpikir, orang-orang biasa dan kerajaan menganggap semakin
lama semakin sulit mempertahankan kekuasaan serikat ini.
Juga penyalahgunaan, yang lahir akibat dari kesuksesannya, mengganggu
serikat ini secara interen. Selain terlibat secara mendalam dalam politik, terhadap
pelecehan kepentingan nasional, aktifitasnya yang membabi buta justru membuatnya
jatuh dalam bidang ekonomi.
� Para pastor Jesuit terlibat terlalu dalam dengan hal-hal yang tidak
berhubungan dengan keagamaan, yaitu dalam perdagangan, pertukaran mata uang,
sebagai likuidator perusahaan-perusahaan yang bangkrut. Roman College, yang
seharusnya menjadi model intelektual dan moral semua college Jesuit justru
memproduksi kain dalam jumlah besar di Macerata dan menjualnya dengan harga
murah. Pusat kegiatan Jesuit di India, Antilles, Mexico dan Brasil melakukan
perdagangan produk-produk para penjajah negara-negara tersebut. Di Martinique,
seorang agen membuka perkebunan yang sangat luas dan mempekerjakan budakbudak
negro.
Inilah sisi-sisi komersial misi-misi yang dilakukan sampai sekarang. Gereja
Roma tidak pernah meremehkan hasil pengedukan keuntungan sementara dari para
penakluk �spiritual� � nya. Jesuit sebenarnya sama seperti ordo-ordo lainnya; mereka
bahkan melebihi Jesuit sendiri. Dalam beberapa kasus, kita tentunya mengetahui
sekarang ini, para pastor putih (The white fathers) adalah pemilik-pemilik tanah
terkaya di Afrika Utara.
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 33
Di Mexico, mereka memiliki pertambangan dan penyulingan gula; di Paraguay
perkebunan teh dan coklat, pabrik karpet; mereka juga beternak dan mengekspor
bagal (sejenis keledai) 80.000 setiap tahunnya.
Agar dapat memperoleh keuntungan lebih besar, para pastor tersebut tidak
segan-segan menipu menteri keuangan negara, seperti pada kisah terkenal dimana
kotak-kotak yang katanya berisi coklat yang diturunkan di Cadix ternyata berisi bubuk
emas.
Uskup Palafox, menulis kepada Paus Innocent VIII tahun 1647 bahwa: �
Semua kekayaan Amerika Selatan ada di tangan Jesuit�.
Bidang keuangan juga memberi keuntungan yang tidak sedikit bagi Jesuit. Di
Roma, bendahara ordo mengirimkan ke kedutaan besar Portugis atas nama
pemerintah Portugis. Sewaktu Auguste Le Fort berangkat ke Polandia, para pastor
Vienna dengan Jesuit Varsovie memberikan kredit kepada anggota-anggota kerajaan.
Di Cina, para pastor Jesuit meminjamkan uang kepada pedagang dengan bunga
25%, 50%, dan bahkan 100%.
Ketamakan dan tidak bermoralnya Ordo Jesuit serta turut campurnya dalam
politik dan mencampuri hak prerogatif para biarawan membuat ordo ini dibenci
dimana-mana. Di kalangan atas, ordo Jesuit telah kehilangan reputasinya, di
Perancis, segala usahanya untuk mempertahankan masyarakat Perancis dalam
situasi keagamaan yang penuh formalitas dan mistik tidak berhasil.
Walaupun demikian, kekayaan secara material, posisi di pengadilan dan
dukungan dari Tahta Suci, memungkinkan Jesuit tetap bertahan, walaupun
sebenarnya dia berada di jurang kehancuran. Sekalipun mereka mendapat banyak
aral rintangan, hampir setiap saat, mereka mampu kembali lagi untuk merebut posisi
mereka yang hilang.
Suatu hal yang aneh terjadi, ketika gereja Katolik Portugal, yang mana
pengaruhnya mengakar kuat di Eropa, menyerang Ordo Jesuit.
Perjanjian penetapan perbatasan di Amerika yang melibatkan Spanyol dan
Portugal tahun 1750, memberikan Portugis sebuah teritorial yang sangat luas di
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 34
sebelah timur sungai Uruguay dimana Jesuit juga bekerja. Akibatnya, para pastor
Jesuit mundur sampai mencapai daerah Spanyol. Para Jesuit ini mempersenjatai para
Guaranis, berperang gerilya dan akhirnya dapat mempertahankan daerah di sebelah
timur sungai Uruguay yang akhirnya dikembalikan kepada Spanyol.
Bangsawan Pombal, Perdana Menteri Portugis, merasa terhina. Selain itu,
Pombal yang merupakan murid Jesuit tidak menampilkan ciri khas Jesuit dan
menggunakan inspirasi yang berasal dari para filosofi Perancis dan Inggris. Tahun
1757, dia mengusir para Jesuit dari keluarga kerajaan dan melarang mereka
berkotbah, kemudian ia menyebarkan pamflet kepada publik yang akhirnya membuat
Ordo Jesuit terusir keluar dari seluruh teritorinya.
Peristiwa tersebut menjadi sensasi di Eropa, dan khususnya Perancis dimana
segera setelah kebangkrutan pastor La Valette terungkap; dia ternyata seorang
�businessman� yang menangani transaksi gula dan kopi dalam jumlah besar untuk
Jesuit. Jesuit menolak membayar hutang-hutang pastor ini. Parlemen, setelah
mempelajari konstitusinya, memutuskan keberadaan Ordo Jesuit di Perancis tidak sah
dan mengecam 24 macam pekerjaannya.
Tanggal 6 April 1762, Parlemen Perancis mengeluarkan pernyataan bahwa
Ordo Jesuit tidak dapat diterima keberadaan di negara beradab manapun, karena
sifatnya yang bermusuhan terhadap semua agama dan pemerintah. Singkatnya
doktrin Jesuit digambarkan sebagai berikut: �Sesat, menghancurkan agama dan
kejujuran, menghina moral Kekristenan, pembunuh masyarakat sipil, musuh hak-hak
asasi, kerajaan dan bahkan keamanan serta ketaatan penguasa negara; dapat
menciptakan kekacauan besar, menciptakan dan mempertahankan sifat korupsi
dalam hati manusia.�
Di Perancis, kekayaan ordo tersebut diambil alih untuk kepentingan raja dan
tidak seorang pun anggota ordo tersebut diijinkan tinggal di dalam kerajaan kecuali
dia mau mengucapkan kaul dan bersumpah untuk mengikuti peraturan umum
kependetaan di Perancis.
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 35
Di Roma, Jenderal Jesuit, Ricci, memperoleh pernyataan dari Paus Clement
XIII yang menegaskan hak-hak istimewa ordo tersebut dan menyatakan
ketidakterlibatan ordo dalam perkaranya. Tetapi terlambat, di Spanyol, orang Bourbon
melarang semua bentuk-bentuk dari ordo tersebut. Maka berakhirlah negara Jesuit
Paraguay. Pemerintah Napoli, Parma dan Malta juga mengusir keluar semua pengikut
Loyola. 6000 pengikut Loyola di Spanyol mengalami peristiwa aneh setelah mereka
dijebloskan ke penjara. �Raja Charles III mengirim semua tahanan ke paus disertai
sebuah surat yang menyatakan bahwa dia menyerahkan mereka ke dalam
kebijaksanaan dan pengawasan Tahta Suci.� Tetapi ketika mereka tiba di Civita dan
Vecchia, para tawanan itu disambut dengan hujan peluru yang ditembakkan atas
perintah jenderal mereka sendiri.
Paus Clement XIII yang terpilih 6 Juli 1758, selalu menolak permintaan
beberapa negara yang menginginkan Jesuit untuk dilarang selamanya. Tanggal 3
Februari 1769, ia merancang pertemuan dan memberitahu para kardinal mengenai
penyelesaian masalah Jesuit; sehari sebelum tanggal tersebut dia tiba-tiba sakit dan
meninggal.
Kardinal Ganganelli menggantikannya dan mengambil nama Clement XIV.
Keluarga Courts terus memaksa dikeluarkan pelarangan total terhadap Jesuit. Tetapi
kepausan tidak terburu-buru dan empat tahun berlalu sebelum Clemet XIV menyetujui
hal tersebut, Ricci, jenderal Jesuit bahkan dipenjarakan di kastil Saint Ange dan
meninggal disana.
Ganganelli (Clement XIV) mengetahui bahwa dia akan mati (terbunuh) karena
pelarangan tersebut dan dia benar, poster-poster mulai bermunculan bertuliskan:
I.S.S.S.V; dan tidak seorangpun yang mengetahui artinya kecuali Clement. I.S.S.S.V.
(In Settembre, Sara Sede Vacante) berarti pada bulan September Tahta Suci akan
kosong (= paus akan meninggal). Pada tanggal 22 September 1774, Paus Clement
XIV meninggal karena diracun.
Di Austria Ratu Marie-Therese, juga telah mengusir semua Jesuit dari
negaranya. Hanya Frederik dari Prussia dan Catherine II, Ratu Rusia, yang
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 36
menyambut para Jesuit sebagai pendidik. Tetapi di Prussia, mereka hanya bertahan
selama 10 tahun sampai 1786. Tahun 1820 mereka diusir dari seluruh Rusia tetapi
karena situasi politik mereka menjejakkan kaki mereka lagi di Eropa Barat setelah
ordo tersebut didirikan kembali oleh Paus Pius VII tahun 1814.
****
BAB IV: KELAHIRAN KEMBALI ORDO JESUIT SELAMA ABAD 19
Revolusi Perancis memberikan keuntungan bagi ordo Jesuit. Napoleon I
menganggap ordo ini sangat berbahaya; dia harus dilarang di seluruh kerajaan. Tetapi
ketika aliansi Tahta Suci menang, kerajaan yang baru tidak menolak bantuan mereka
untuk membuat orang-orang kembali kepada kepatuhan yang mutlak terhadap Tahta
Suci.
Di Perancis Louis XVIII, seorang ateis dan politisi yang cerdas, mencoba
untuk menahan gerakan Jesuit. Tetapi di bawah Charles X, seorang yang berpikiran
dangkal dan beriman, Jesuit bebas bertingkah. Tahun 1828 Charles X membatalkan
hak ordo untuk mengajar, tetapi terlambat. Dinasti itu jatuh 1830.
Anak-anak Loyola tetap berada di Perancis tetapi tersembunyi, karena secara
resmi ordo ini sebenarnya masih dilarang. Louis-Philippe dan Napoleon III
memberikan toleransi kepada mereka. Republik Perancis menceraiberaikan mereka
tahun 1880 dibawah pemerintahan Jules Ferry.
Selama abad 20, sejarah ordo ini di Amerika dan setengah Eropa mengalami
masa turun dan naik. Pada saat orang-orang yang berpikiran liberal berkuasa, Jesuit
dienyahkan. Sebaliknya, jika orang-orang berpikiran sempit berkuasa, Jesuit akan
bangkit mempertahankan mahkota dan altarnya.
Hanya di negara-negara mayoritas Protestan, Jesuit dapat hidup dengan
damai: Inggris, Swedia, Denmark, USA. Mungkin mengherankan tetapi sebenarnya di
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 37
negara-negara tersebut, para pastor tidak pernah dapat melakukan politik praktis.
Tetapi sejujurnya, kekebalan negara-negara Protestan terhadap Jesuit jauh dari
sempurna.
Ketakutan-ketakutan yang dimiliki oleh M. Fulop-Miller bahwa kelahiran
kembali Jesuit merupakan sesuatu yang tidak menggembirakan, terbukti benar satu
abad kemudian.
****
BAB V: KEKAISARAN KEDUA dan HUKUM FALLOUX - PERANG 1870
Selama pemerintahan Napoleon III di Perancis, keberadaan Serikat Jesuit
sangat ditoleransi. Mereka menuntut hak untuk mengajar orang-orang muda. Negara,
sebaliknya, menuntut hak untuk mengerahkan publik bagi kepentingan negara sendiri.
Pertentangan ini terjadi karena pendapat-pendapat; ide dan emosi yang menyimpang
antara pemerintah dan gereja. Keduanya ingin mempengaruhi generasi baru untuk
memperkokoh kedudukan dan bagi kepentingan mereka sendiri. Kita tidak
mempercayai bahwa semua ikatan antara gereja dan penguasa sipil harus diputuskan
untuk menghentikan penyimpangan ini. Sayangnya, menteri agama Perancis
umumnya berseberangan dengan kepentingan demokratis; mengijinkan Jesuit
mendirikan sekolah-sekolah tanpa pengawasan adalah untuk mendorong mereka
mengajar orang yang tidak menyukai revolusi dan kebebasan.
Louis Napoleon Bonaparte, yang diangkat menjadi presiden tanggal 10
Desember 1848, mengumpulkan semua menteri-menterinya, salah satunya adalah M.
De Falloux yang merupakan alat Jesuit. Tanggal 4 Januari 1849 de Falloux
membentuk komisi yang bertugas untuk: � mempersiapkan perubahan secara legislatif
pendidikan dasar dan menengah�...
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 38
Tanggal 15 Maret 1850 tersusun suatu rumusan hukum yang memberi
kekuasaan besar kepada Jesuit untuk bergerak di bidang pendidikan. Hal ini tentu
diprotes oleh banyak orang, tetapi pemerintah Napoleon tidak mempedulikannya.
Hukum tersebut akhirnya disahkan. Tidak pernah sebelumnya Jesuit mengalami
kemenangan besar di Perancis.
Semua ini terjadi 100 tahun yang lalu. Tetapi masih terasa sampai sampai
sekarang. Revolusi tahun 1848 menimbulkan perlawanan orang-orang terhadap Paus
Pius IX, yang telah melarikan diri ke Gaete, republik Roma di proklamirkan. Sebuah
resimen Perancis menyerbu Roma tanggal 2 Juni 1849 dan memulihkan kekuasaan
Kepausan tersebut; dan berhasil mempertahankan diri berkat bantuan sebuah divisi
dari Perancis yang akhirnya meninggalkan Roma segera setelah pecah perang
Franco-Jerman tahun 1870.
Kudeta tanggal 2 Desember 1851 memproklamirkan Kerajaan Perancis. Louis
Napoleon, Presiden Republik Perancis mendapat sanjungan dari Jesuit. Sebagai
seorang Kaisar ia menolak mengampuni lawan-lawan politiknya.
Tetapi setelah 2 tahun ia memerintah terjadi peperangan secara beruntun.
Louis Napoleon seharusnya menyadari bahwa motif yang mendasari bersatunya
Perancis dan Jesuit: untuk mempertahankan kepentingan Gereja Roma. Salah satu
dari perang tersebut adalah perang Crimean. Perang ini dianggap sebagai hadiah
bagi perluasan Roma. Perang ini disyukuri oleh semua pastur. Mengapa ? Karena
ada pertentangan antara gereja-gereja Ortodoks dan Latin menyangkut perlindungan
terhadap tempat-tempat kudus (di Palestina). Siapa yang mengawasi gereja-gereja
Betlehem, yang memegang kunci, yang mengatur pekerjaan ? Yang berada
dibelakang para biarawan Latin adalah Partai Katholik di Perancis; sedangkan
dibelakang Ortodoks adalah Rusia.
Kaisar Rusia meminta perlindungan terhadap Gereja Ortodoks kepada Inggris
yang didukung oleh Perancis, tetapi ditolak dan pecahlah perang. Perancis kehilangan
100.000 Prajurit. Menurut Monseigneur Sibour, Uskup Agung Paris: Perang Crimean
antara Perancis dan Rusia bukanlah perang politik tetapi perang suci, perang salib.
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 39
Tahun 1863, dilakukan ekspedisi ke Mexico yaitu untuk mengubah Republik
tersebut menjadi Kerajaan dan menawarkannya kepada Maximilien, Pangeran
Austria. Austria adalah pilar utama Kepausan. Tujuan lainnya adalah untuk
mendirikan penghalang yang dapat menahan pengaruh Protestan USA terhadap
negara-negara di Amerika Selatan, benteng gereja Roma.
Tahun 1867, setelah pasukan Perancis pergi, Maximiliem dipenjara setelah
Queretaro menyerah dan ditembak mati, membuka jalan terbentuknya sebuah
Republik dimana Juarez menjadi Presiden.
Waktu semakin mendesak karena Perancis harus membayar harga yang
sangat mahal karena dukungan politisnya terhadap Vatikan pada saat pasukan
Perancis semakin melemah, Prussia mulai melakukan ekspansi kekuatan militernya
untuk mempersatukan negara-negara Jerman dalam satu blok. Austria adalah korban
pertamanya. Perjanjiannya dengan Prussia untuk menangkap Pangeran Denmark
Schleswig dan Holstein, Austria ditipu oleh antek-anteknya. Peperangan kemudian
dimenangkan oleh Prussia di Sadowa tanggal 3 Juli 1866.
Napoleon III hamba �utusan Tuhan�, diberi kehormatan untuk membalas
kekalahan di Sadowa. Pasukan Perancis tidak siap. Perancis menyatakan Perang
tahun 1870 yang terbukti oleh sejarah hasil pekerjaan Jesuit.
****
BAB VI: PARA JESUIT di ROMA
Jesuit memainkan peranan yang besar di Perancis, sama seperti di Tahta
Suci. Seperti yang telah kita ketahui sebelumnya, mereka adalah dan akan tetap
sebagai penyebar ajaran �Ketaatan mutlak, lama atau baru�, kesalehan yang tampak
jelas dari luar ini membuat masyarakat khususnya kaum wanita secara berlebihan
mencermati masalah keagamaan.
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 40
Kita harus mengakui bahwa mereka adalah kaum realis atau kaum yang
cenderung memetingkan kebenaran yang harafiah dan pragmatis. Saat akhirnya tiba,
dibawah Napoleon III-ketika masyarakat secara keseluruhan, yang terpelajar dan
yang acuh, sangat berminat terhadap pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan
dengan teologi. Secara intelektual, paham ke-Katholik-an sudah berakhir.
Dipaksa oleh suatu kebutuhan, anak-anak Loyola, berusaha keras selama
abad 19 dan sampai saat ini, membangkitkan keagamaan yang berdasarkan tahayul,
diantara kaum wanita, yang dalam jumlah mendominasi kawanan ini.
Untuk pendidikan menengah bagi para gadis, ordo Jesuit memprakarsai
berdirinya beberapa perkumpulan-perkumpulan keagamaan untuk wanita. Yang
paling terkenal dan aktif adalah Cougregation des Dames Du Sacre-Coeur; tahun
1830; yang terdiri dari 105 kepala-keluarga dengan 4700 guru dan mempunyai
pengaruh kuat di masyarakat kalangan atas.
Pemujaan terhadap Maria sangat menolong Jesuit, dengan �Penampakan
diri� Bunda Maria terhadap seorang penggembala kecil di Lourdes; yang terjadi 2
tahun setelah Pius IX menyebarkan dogma konsepsi Immaculata (1854), yang
dilakukan atas dorongan dari Serikat Jesuit. Tujuan utama dari pengajaran ini adalah
untuk memperoleh kemenangan bagi para Jesuit yang mana cengkramannya
terhadap masyarakat Roma semakin kuat.
Tahun 1864, Pius IX mengeluarkan surat penggembalaan �Quanta Cura�;
diakui dengan �Syllabus� yang mengutuk prinsip-prinsip politik terbaik masyarakat
kontemporer.
�Kutukan terhadap hal tersebut merupakan harga yang mahal bagi Perancis
modern. Perancis Modern menginginkan kemerdekaan dari negara pengaruh Jesuit:
�Syllabus� menetapkan bahwa kekuasaan kepausan harus menjalankan otoritasnya
tanpa persetujuan dan ijin dari kekuasaan sipil Perancis Modern menginginkan
kebebasan hati nurani dan kebebasan untuk beribadah; syllabus menetapkan bahwa
Gereja Roma mempunyai hak untuk menggunakan kekerasan dan menghidupkan
kembali inkuisisi. Perancis Modern menerima keberadaan beberapa bentuk ibadah;
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 41
�syllabus� menetapkan bahwa agama Katholik adalah satu-satunya agama negara.
Perancis Modern menyatakan bahwa rakyatlah yang berkuasa; Syllabus menentang
hak pilih yang berlaku secara umum. Perancis Modern mengakui bahwa semua orang
sama dihadapan hukum; Syllabus menegaskan bahwa para rohaniwan bebas dari
pengadilan pidana dan perdata.�
�Doktrin-doktrin tersebut diajarkan oleh para Jesuit di akademi-akademinya.
Misi mereka terdiri dari mendidik kaum muda untuk menentang prinsip-prinsip yang
mana masyarakat Perancis bertumpu, prinsip-prinsip yang diletakkan oleh generasi
sebelumnya, berapapun harga yang harus dibayar. Dengan pengajaran mereka,
mereka mencoba untuk membelah Perancis dan membangkitkan keraguan yang
semuanya dilakukan sejak 1789. Kami menginginkan keharmonisan, mereka
menginginkan perselisihan, kami ingin memerdekakan Perancis, mereka ingin
memperbudak Perancis, mereka adalah masyarakat yang suka bertempur yang
menerima perintah dari luar.�
Keinginan Tahta Suci untuk mendominasi masyarakat sipil ditegaskan
kembali, seperti yang telah dituliskan oleh Renan tahun 1848: �Kekuasaan rakyat,
kebebasan hati nurani dan semua kebebasan modern dikutuk oleh gereja Katholik.
Gereja menganggap bahwa Inkuisisi adalah konsekuensi logis dari seluruh sistem
Ortodoks. Kalau gereja mampu, dia akan membangkitkan inkuisisi lagi; jika tidak, itu
karena ia tidak mampu.�
Kekuasaan Jesuit atas Vatikan, semakin kuat beberapa tahun setelah
Syllabus, karena diumumkannya secara resmi dogma bahwa Paus tidak pernah
bersalah. Pengikut Abbe Brugerette menulis bahwa dogma ini untuk menutupi
peristiwa tragis yang menimpa Perancis 1870-1871 dan Gereja Perancis sudah
pindah ke Roma. Monsiegneur Pie (Uskup Poiters) menambahkan bahwa dogma
tersebut merupakan pengorbanan otoritas dasar, doktrin dan hak asasi; dogma
tersebut meletakkan ketiga hal itu dibawah kekuasaan Paus dan trompet berbunyi
mengatakan:� Pauslah raja kita, tidak hanya keinginan dan perintahnya, tetapi
harapannya adalah perintah bagi kita.�
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 42
Kejatuhan kependetaan di Perancis ke tangan Roma menjadi nyata dan
karenanya Katolik Perancis patuh terhadap penguasa, yang berlindung dibalik dogma
dan moral, yang tentunya akan memaksakan kehendak politiknya terhadap Perancis.
Protes kaum Katolik liberal terhadap Tahta Suci yang memaksakan hukumnya hanya
kesia-siaan belaka dengan mengatasnamakan Roh Kudus. Seorang Kandidat doktor
teologia menyatakan didepan Fakultas Paris bahwa dogma tersebut bukanlah
penipuan dan bahkan hukuman diberikan kepada Galileo (karena menyatakan bumi
itu bulat) adalah hal yang benar.
Jesuit yang merupakan agen bagi Pius IX dan semua penguasa konsili, tidak
menaruh minat terhadap pengakuan dosa, pengampunan, perasaan dosa yang
mendalam atau pemulihan, pada saat mereka hampir mencapai tujuan mereka di
Konsili Trente, pertengahan abad 16.
Sebelumnya tidak satu konsilipun menyetujui dogma tersebut, tetapi karena
�kesabaran dan ketekunan� Jesuit dalam bekerja sehingga kependetaan Perancis
menyerahkan kebebasannya sendiri; kenyataan bahwa kekuasaan sementara Paus
hampir runtuh-terjadi sebelum voting dalam konsili-penguatan kembali otoritasnya
sesuai dengan doktrin supremasi kepausan. Argumen bermunculan dan Gregory VII,
ketua teologi kuno, memenangkan pemilihan pada pertengahan abad 19.
Dogma baru dimunculkan dan dipusatkan pada otoritas tidak terbatas Serikat
Jesuit dalam Gereja Roma. Jesuit memantapkan dominasi dalam Vatikan sejak
semua negara menolak kehadirannya. Dia berambisi dan berkonsentrasi untuk
mempertahankan doktrin mereka yang mematikan, berpengaruh tetapi memalukan
terhadap gereja Roma.
Jesuit adalah kelompok elit Vatikan, mereka memberikan inspirasi, mengatur,
merambah kemana-mana, dan membentuk sistem pemerintahan. Melalui Syllabus
1864 yang dirancang oleh Jesuit sendiri, Pius IX menyatakan perang terhadap
kebebasan dalam berpikir.
Banyak alasan yang mendorong reorganisasi Serikat Jesuit ini. Tahta Suci
menyadari bahwa Serikat Jesuit setia dan diperlukan. Pastor-pastor dilatih selama
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 43
abad-19 dan sampai sekarang, beberapa bagian diambil alih oleh Vatikan: seperti ada
ungkapan:�Penanya Paus adalah Jesuit.� Pengaruh mereka yang jelas adalah dalam
penyembahan terhadap �Bunda Berhati Kudus� dan dogma konsepsi Immaculata,
Syllabus dan juga infallibiliti (�Paus tidak berdosa�).
Tidak perlu diucapkan, Jesuit dengan segala kekuasaannya di Roma
bermaksud untuk menonjolkan Kepausan dalam politik Internasional. M. Louis
Roguelin menulis bahwa sejak kehilangan kekuasan sementaranya, Gereja Roma
akan menggunakan segala cara untuk kembali ke dunia politik; dengan cerdiknya ia
akan memecahbelah untuk memerintah; ia akan mengambil untung dari setiap konflik
yang terjadi.
Dogma �Infallibility� sangat menguntungkan Jesuit dihadapan Tahta Suci,
yang kenyataannya dapat diukur dari kebanyakan negara, yang mempunyai
perwakilan diplomatik Vatikan. Dibawah perlindungan dogma dan moral-moral, Paus
sekarang ini mengatur otoritas tidak terbatas terhadap hati nurani kaum beriman.
Selama abad 20, kita melihat Vatikan secara aktif terlibat dalam politik luar
negeri dan dalam negeri suatu negara. Kita dapat melihat bagaimana dukungannya
terhadap manusia-manusia yang sudah ditakdirkan seperti Mussolini dan Hitler, yang
karena pertolongannya menimbulkan malapetaka terburuk yang pernah ada.
Para pengikut Kristus telah memberitakan pekerjaan-pekerjaan Jesuit ini.
Para anak iblis ini (Jesuit) sudah najis, tetapi mereka dapat bertinggi hati karena
pengakuan sepenuhnya terhadap mereka oleh Paus S.S. (Pius XII), yang adalah
Jesuit Jerman. Hari ini, seperti juga kemarin, anak-anak Loyola akan selalu
mengikuti jejak pendahulunya dengan ekstrim.
****
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 44
BAB VII: PARA JESUIT di PERANCIS 1870-1885
Setelah kejatuhan Kerajaan Perancis tanggal 2 Desember 1871, Jesuit
semakin berani. Mereka bertindak seperti seorang Tuan. Siapa yang lupa akan
manifestasi kesombongan Jesuit dan ancaman-ancaman yang keluar dari mulut besar
mereka dimasa lalu ?
Gaston Bally menjelaskan : �Selama kekacauan terjadi, Jesuit akan kembali
kesarangnya dengan cepat meninggalkan Perancis, yang berusaha untuk
menyelematkan diri. Tetapi pada saat keadaan Negara mulai membaik, invasi �Gelap�
terjadi lagi. Negeri ini baru saja keluar dari mimpi buruknya dan saat itulah yang tepat
untuk mengendalikan massa yang panik.� Merupakan fakta yang tidak perlu
diragukan bahwa gereja Roma selalu mendapatkan keuntungan dari kekacauan
massa; bahwa kematian, kesedihan dan penderitaan mendorong masyarakat
untuk mencari penghiburan dalam kegiatan-kegiatan keagamaan. Dengan cara
demikian, kekuasaan Jesuit menguat. Dua perang dunia yang terjadi timbul karena
konsekuensi yang sama terjadi tahun 1870.
Perancis ditundukkan; sebaliknya hal itu merupakan kemenangan bagi
Serikat Jesuit yang pada 1873, ketika sebuah hukum diloloskan mengijinkan
pembangunan Basilica Bunda Hati Kudus di Montmartre Hill. Gereja ini merupakan
lambang kejayaan Jesuit. Sekilas hal ini tidak membahayakan.
Gaston Bally menulis : �Untuk mengerti bahaya yang akan timbul kita harus
melihat bagian dalam gedung tersebut, dimana manipulasi terjadi dan adanya tujuantujuan
dari asosiasi-asosiasi mereka yang bermacam-macam : The Brotherhood of
�Perpetual Adoration�, The Brotherhood of the �Guard of Honour�, The Apostolate
(Kerasulan) of Prayer; The Reparative Communion, dan lain-lain. Persaudaraan,
asosiasi, rasul-rasul, para misionaris, para pendoa, para fanatik, pasukan
kehormatan, para pengantara dan lain-lain tampaknya cenderung untuk menyatukan
penghormatan mereka terhadap 9 paduan suara malaikat.
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 45
Bangunan Basilica tersebut sangat mengerikan. Bangunan ini melambangkan
�pertobatan� Perancis dan mengekpresikan niat kami untuk memperbaiki kesalahan
kami (Jesuit). Tampaknya �surga� diiringi kemarahan dari Perancis yang tidak dapat
ditenangkan oleh pembangunan Basilica tersebut, dengan perlahan-lahan muncul.
Sebenarnya rakyat Perancis diam-diam melawan terhadap dominasi politik
gereja Roma. Secara keseluruhan negara ini mencintai agama tetapi momok teokrasi
dibangkitkan kembali oleh pihak oposisi.
Para biarawan beserta Jesuit berusaha membujuk rakyat Perancis untuk
bersumpah menghentikan semangat kaum republik ! Yang menjadi sasaran Jesuit
adalah kalangan kelas menengah ke bawah melalui sekolah-sekolah yang didirikan
oleh Jesuit, yang mengajarkan untuk menentang bentuk republik.....
Situasi membuat kaum republik bersikap defensif (bertahan). Sebuah undangundang,
diajukan tahun 1879 oleh Jules Ferry, dimaksudkan untuk menyingkirkan
para biarawan dari dewan pengajaran publik dan memberikan hak kepada fakultasfakultas
negeri untuk menilai kualitas para guru. Pasal 7 dari undang-undang ini
menyebutkan �Tak seorang pun diijinkan untuk ambil bagian dalam pengajaran publik
atau bebas jika dia terikat kepada kongregasi agama yang tidak resmi.� Para Jesuit
terkena pasal 7 ini, Jesuit tentunya tidak menerima dan mengadakan perlawanan.
Pasal 7 ini akhirnya ditolak senat, tetapi Jules Ferry memohon undang-undang
mengenai kongregasi yang telah ada tetap berlaku.
Pada tanggal 29 Maret 1880 �Journal officiel� berisi 2 keputusan yang
memaksa Jesuit untuk bubar, dan semua kongregasi tidak resmi harus memperoleh
pengakuan dan persetujuan dan status resmi dalam 3 bulan.....
Leo XIII protes.......�Sekarang saatnya semua uskup mempertahankan
perintah agama.� Jesuit tersingkir. Tapi tidak semudah itu, Jesuit memang
menyerahkan sekolah-sekolahnya kepada orang-orang awam, tetapi setiap hari pada
jam-jam tertentu mereka akan datang ke sekolah-sekolahnya untuk memberikan
pengarahan dan pengawasan. Tetapi hal ini terbongkar juga dan sekolah-sekolahpun
Jesuit ditutup.
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 46
Keputusan tahun 1879 dikenakan terhadap 32 kongregasi yang menolak
untuk mengajukan permohonan status resmi. Pengusiran pun terjadi dan
dilaksanakan oleh militer. Para kongregasi ini tidak hanya menolak pengajuan status
resmi, tetapi juga menolak menandatangani deklarasi yang menentang semua ide
oposisi terhadap rezim republik. Ketika ordo tersebut memutuskan untuk
menandatangani deklarasi, sudah terlambat dan M. de Freycinet, presiden dewan
harus mundur karena dia berusaha menegosiasikan persetujuan ini yang tentunya
berlawanan dengan kehendak parlemen dan koleganya di kabinet.
Sebenarnya deklarasi tersebut tidaklah seekstrim dan berbahaya jika
dibandingkan dengan sumpah setia para uskup Jerman ketika terjadi perjanjian
(konkordat) antara Jerman dan Tahta Suci, 20 Juli 1933. Para Uskup bersumpah
untuk setia kepada para pemerintah Jerman (Nazi) dan negara.
Sumpah yang diterapkan di Perancis dengan di Jerman sangat jauh berbeda.
Di Perancis bersifat demokratis dan Liberal yang tentunya dibenci gereja Roma
sedangkan Jerman ekstrim dan tanpa toleransi.
Perancis akhirnya memutuskan untuk mengenakan pajak terhadap kekayaan
gereja ini beserta cabang-cabangnya. Mereka protes keras, karena mereka memang
tidak mau tunduk terhadap hukum. Tetapi akhirnya kongregasi-kongregasi tersebut
mau membayar.
Tahun 1883, indeks sebuah kongregasi yang didalangi oleh Jesuit mengecam
beberapa buku terutama tertentu tentang pengajaran moral dan kewarganegaraan.
Lebih dari 50 uskup mengumumkan secara resmi dekrit indeks, dan salah satunya,
Monseigneur Isoard, menyatakan dalam surat pastoralnya tanggal 27-2-1883 bahwa
guru-guru, orang tua dan murid-murid yang menolak menghancurkan buku-buku
tersebut akan dilarang mengikuti sakramen.
Hukum yang dikeluarkan tahun 1886, 1901 dan 1904 menyatakan bahwa
tidak seorang anggota kongregasi pun yang bisa berkecimpung dalam dunia
pengajaran, hal ini tentunya menimbulkan protes dari Vatikan dan Keuskupan
�Perancis�. Sebelum perang, jumlah SD Katolik di Perancis adalah 11.655 dengan
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 47
824.595 murid. Jumlah tersebut menurun karena beberapa faktor yang tidak ada
hubungannya dengan hukum yang berlaku. Superioritas pengajaran universitas diakui
oleh sebagian besar orang tua adalah faktor utama peningkatan popularitas Jesuit.
Serikat Jesuit secara sukarela mengurangi jumlah sekolahnya.
****
BAB VIII: JESUIT dan JENDERAL BOULANGER
JESUIT dan KASUS DREYFUS
Permusuhan antara pemerintah republik dan partai yang setia kepada Jesuit
memberi dampak positif tahun 1873, usaha untuk memulihkan kekuasaan kerajaan
mengalami kegagalan, kendati didukung penuh oleh keluarga pastoral, karena kaum
pretender menolak untuk menggunakan bendera 3 warna, dianggap sebagai lambang
revolusi.
Kekatolikan tampaknya terikat kepada politik loyalitas terhadap kerajaan
Gerlgs dari generasi ke generasi di dalam keluarga kerajaan. Juga di kelas menengah
dan rakyat kebanyakan, di kantong-kantong Katolik di barat dan selatan.
Hal di atas merupakan salah satu faktor yang mendorong terjadinya peristiwa
tahun 1873 tersebut. Bahkan para pastur menekan umat bahwa siapapun yang
memilih orang-orang yang berpikir liberal dicap sebagai �bandit�, �sampah� dan
�maling�, dan berdosa selamanya (tidak terampuni). Bahkan ada yang menyatakan
perempuan yang berzinah lebih mudah diampuni daripada orangtua yang mengirim
anaknya bersekolah di sekolah umum, yang lainnya mengatakan lebih baik mencekik
seorang anak daripada mendukung kaum liberal dan lain-lain.
Perbuatan berlebihan dari keluarga pastoral yang dipengaruhi oleh Jesuit ini
tidak diterima karena adanya kenyataan bahwa mereka berasal dari �rohaniawan
yang dibayar oleh pemerintah, karena konkordat masih dijalankan.�
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 48
Sebagian besar dari publik sendiri tidak menyukai tekanan-tekanan terhadap
akal sehat mereka. Peta politik rakyat Perancis identik dengan peta
keagamaannya.........daerah-daerah dimana agamanya kuat; akan memilih para
kandidat Katolik; sedangkan di tempat lain mereka secara sadar memilih para senator
dan deputi yang anti rohaniawan.......Mereka tidak menginginkan terbentuknya
�pemerintahan para pastur�.
Bagi sebagian besar umat Katolik, fakta bahwa pastor, manusia pembuat
onar mencampuri � melalui instruksi-instruksi dalam kotbah dan pengakuan dosa �
rencana-rencana, perasaan, tindakan, makanan dan minuman, bahkan keintiman
dalam kehidupan perkawinan sudah berlebihan dan harus dihentikan; mereka
bermaksud sedikitnya membatasi kerajaan pastor tersebut dengan melindungi
kemerdekaan mereka sebagai warga negara.
Walaupun demikian, Jesuit tidak peduli dan terus memburu dalam setiap
kesempatan untuk melawan rezim pemerintahan yang mereka benci. Mereka
mendapatkan �seorang pilihan� yaitu Jenderal Boulanger, menteri perang tahun 1886
yang bisa mengatur personilnya dengan baik, dan dicanangkan sebagai diktator masa
depan. Terjadilah perjanjian rahasia antara jenderal tersebut dengan Katolik. Dia juga
membuat perjanjian dengan anggota parlemen seperti Baron de Mackau dan Count
de Muh, yang merupakan pejuang setia gereja Katolik di majelis Perancis.
Menteri dalam negeri Perancis, Constans, mengancam akan menangkap
Jenderal Boulanger, pada tanggal 1 April dia melarikan diri ke Brusseis, beserta
istrinya. Leo XIII, tahun 1878 menggantikan Pius IX berpura-pura menasehati para
pengikut setia Katolik di Perancis untuk mendukung rezim republik. �Boulangist�
menurun dengan drastis dan Perancis pun pulih keadaannya.
Agustus 1889, Dubes Jerman untuk Vatikan berpura-pura bahwa paus
meramalkan bahwa Jenderal (Boulanger) orang yang akan menghancurkan Republik
Perancis dan mendirikan kerajaan, sebuah artikel dalam �Monitor of Rome�
memperkirakan di masa depan bahwa calon diktator ini akan mengambil alih
kekuasaan dan gereja akan mendapat keuntungan yang besar....
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 49
Jenderal Boulanger mengirim para prajuritnya ke Roma untuk menyampaikan surat
kepada Leo XIII yaitu bahwa ia berjanji kepada paus �bahwa kelak kalau dia berkuasa
di Perancis, dia akan sepenuhnya mengakui hak-hak kepausan�.
Krisis Boulangist ini ternyata mengungkapkan dengan benar aksi yang
dipimpin oleh partai religius melawan Republik Perancis, yang berlindung di balik
nasionalisme. Tetapi aksi tersebut dapat dikalahkan karena perlawanan dari sebagian
besar masyarakat. Namun taktik-taktik yang bersifat patriotik dan berlebih-lebihan
tersebut ternyata terbukti efektif terutama di Paris, seperti biasa murid-murid Loyolalah
dibelakang gerakan ini.
Tahun 1890 kasus Dreytus terkuak. Kasus ini dimulai dengan dihukumnya
dan diasingkannya Kapten Artileri Alfred Dreytus untuk seumur hidup. Tiga bulan
sebelumnya badan intelijen Perancis menemukan daftar dokumen yang berhubungan
dengan pertahanan nasional di kedutaan besar Jerman, tulisan dalam daftar tersebut
mirip dengan tulisan Kapten Dreytus. Dreytus adalah seorang yang lurus dan
bereputasi baik; dia dijadikan kambing hitam.
Tetapi ada kebocoran lagi setelah penangkapan Dreytus dan Komandan
Picquart, kepala badan interlijen setelah Juli 1895, mengetahui adanya proyek yang
disebut �Petit Bleu� (surat-surat ekspres), antara atase militer Jerman komandan
Perancis. Ester Hazy (asli Hungaria); seorang yang bereputasi buruk dan sangat
membenci Perancis. Tetapi seorang pegawai di Badan Intelijen(BI), Komandan Henry,
menambahkan ke dalam dokumen Dreytus. Sebuah dokumen palsu yang seolah-olah
asli untuk menjatuhkan Dreytus; dia juga menghapus dan menulis ulang nama
Esterhazy pada �petit bleu� untuk memberi kesan bahwa dokumen tersebut
dipalsukan. Picquart pun dipermalukan pada Nopember 1896.
Pengakuan yang dapat dipercaya dapat ditemukan dalam buku �Carnets de
Schwartz Koppen�, diterbitkan setelah kematiannya tahun 1930. Penulis buku ini
menerima dokumen-dokumen pertahanan nasional Perancis tersebut dari Esterhazy
bukan Dreytus.
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 50
�Di bulan Juli, Dicquart memutuskan sudah waktunya untuk memperingati
kepala staff Jenderal tentang kecurigaannya terhadap Esterhazy. Pertemuan pertama
terjadi 5 Agustus 1896. Jenderal de Boisdeffre menyetujui semua yang telah
dilakukan Picquart dan mengijinkannya untuk melanjutkan penyelidikannya.
�Menteri Perang, Jenderal Billot, juga diberitahu mengenai kecurigaan
Picquart. Esterhazy telah mencoba menggunakan koneksinya dengan deputi Jules
Roche, agar ditempatkan sebagai Menteri Perang. Salah satu surat diberikan kepada
Picquart yang untuk pertama kalinya, menyadari bahwa tulisan Esterhazy sama
dengan tulisan pada daftar tersebut. Dia menunjukkan foto surat tersebut kepada Du
Paty dan Bertillon, tentu tidak memberitahu siapa yang menulis surat tersebut..........
Bertillon berkata : �Itukan tulisan dalam daftar tersebut�; menyadari bahwa tuduhan
terhadap Dreytus salah alamat, Picquart memutuskan untuk berkonsultasi tentang
�dokumen kecil ini� yang telah disampaikan hanya kepada para hakim. Di dalam
kantornya Picquart membuka amplopnya Henry, yang diparaf oleh Henry dengan tinta
biru............. Dia sadar dan untuk pertama kalinya mengetahui bahwa Dreytus tidak
bersalah. Hari berikutnya Picquart menulis surat kepada Jenderal de Bois Deffre
dimana ia mengungkapkan semua tuduhan terhadap Esterhazy dan penemuannya
yang terbaru. Ketika membaca tentang �Dokumen Rahasia� tersebut, Jenderal de
Bois Deffre terkejut dan berkata :�Mengapa dokumen tersebut tidak dibakar seperti
yang sudah dijanjikan ?�
Kita dapat melihat bahwa kalau Esterhazylah yang bersalah. Aktor utama di
belakang Afair Dreyfus ini adalah Pastor du Lac dari Serikat Yesus. Jenderal de Bois
Deffre sendiri menemui pastor ini setiap hari. Kepala staf jenderal ini tidak akan
mengambil keputusan sebelum berkonsultasi dengan direkturnya (du Lac).
Dreyfus sendiri mengalami siksaan fisik yang luar biasa, apalagi setelah ia
dilaporkan mencoba melarikan diri dari pulau tempat pengasingannya. Setiap malam
kakinya dirantai , yang setelah 40 hari engkelnya dipenuhi dengan darah dan harus
diperban; para penjaganya berbelas kasihan sehingga selalu membalut kakinya
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 51
sebelum merantainya. Esterhazy sendri bebas dari tuduhan dan kabur ke Inggris dan
akhirnya, mengakui bahwa dialah penulis �daftar� yang terkenal itu.
Kebanyakan para pastor dan uskup yakin bahwa Dreyfuslah yang bersalah.
Dunia Kekatolikan bersatu menolak pemeriksaan kembali perkara Dreyfus. Semua
kekuatan politik Gereja memang selalu menentang Dreyfus.
****
BAB IX: MASA-MASA SEBELUM PERANG � 1900-1914
Tahun 1899, menteri pertahanan Republik Perancis memutuskan Pastor
Picard (petinggi Assumptionists), Pastor Bailly dan 10 anggota Jesuit lainnya dibawa
ke pengadilan karena pelanggaran hukum. Kongregasi �Assumptionist� pun ditutup.
Tahun 1901, sebuah hukum dikeluarkan bahwa tidak sebuah kongregasi pun
dapat dibentuk tanpa seijin dari yang berwenang, dan siapa yang tidak mengajukan
ijin sepanjang tenggang waktu yang diberikan akan ditutup. Akibat dari peraturan ini,
masyarakat berhak untuk mengawasi asosiasi-asosiasi yanga da di wilayah mereka.
Hal ini tidak menyenangkan bagi Kekatolikan. Penolakan dari pihak Katolik justru
semakin meneguhkan pemerintah untuk mengambil langkah tersebut.
Tahun 1904, dibawah PM Combes, dikeluarkan peraturan untuk
menghapuskan ordo-ordo yang bergerak di bidang pendidikan. Hal ini semakin
memperuncing hubungan pemerintah Perancis dan Tahta Suci.
Pius X, segera setelah diangkat, mengeluarkan pernyataan bahwa kekuasaan
paus harus berlaku di semua bidang, dan politik bagi kepausan bukanlah suatu hak
tetapi kewajiban. Sebagai sekretaris negara, dia mengangkat Monseigneur Merry del
Va, berumur 38 tahun dan pro-Jerman tetapi anti-Perancis. Masih di tahun 1904,
presiden Republik Perancis M. Loubet, mengadakan kunjungan balasan ke Italia. Dia
berharap dapat bertemu dengan paus, tetapi ditolak dengan alasan paus tidak dapat
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 52
menerima kepala negara yang diketahui secara hukum �mengambil alih� negara
Perancis yang merupakan negara milik kepausan.
Tanggal 29 Juli 1904, pemerintah Perancis memutuskan hubungan diplomatik
dengan Vatikan. Hal ini mengakibatkan agama dipisahkan dari politik. Pastor Wernz,
Jenderal Jesuit, menyatakan secara tertulis bahwa Perancis adalah dibawah
kekuasaan Gereja, jadi otoritas sekuler juga dibawah otoritas kepastoran dan hal ini
harus dipatuhi. Doktrin ini merupakan teokrasi, para konselor juga yang menjalankan
perintahnya-perintahnya, yang membuat mereka terikat kepada Vatikan, saat ini tidak
mudah membedakan antara paus hitam dan paus putih; mereka adalah satu dan
sama. Kalau kita melihat politik Vatikan, maka kita bercermin pada politik Jesuit.
Jesuit sudah mendominasi Vatikan. Melalui surat gembala �Vehe menter� tanggal
11.02.1906, Pius X mengecam pemisahan antara negara dan agama tersebut.
Tahta Suci ternyata memberikan perlakuan yang berbeda terhadap Katolik
Perancis dan Katolik Jerman. Jesuit memecah belah rakyata Perancis melalui
�Dreyfus Affair�, sebaliknya di Jerman mereka berusaha mempersatukan rakyat
Jerman. Mengapa? Perang Dunia I akan mengungkapnya dan Monseigneur Fruhwirth
menyatakan tahun 1914 bahwa Jerman adalah harapan besar bagi paus.
****
BAGIAN V: LINGKARAN SETAN
BAB I: PERANG DUNIA I
Ketakutan timbul di kalangan Vatikan karena aliansi Franco-Rusia. Franco
memutuskan untuk tidak berdiri sendiri untuk menghadapi Vatikan dan aliansi Austria-
Hungaria.
Sementara itu Gereja Ortodoks tetap menancapkan kukunya di wilayah
Balkan, khususnya Serbia, dimana perjanjian Bukarest mengakhiri konflik di Balkan,
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 53
yang telah membuatnya menjadi pusat perhatian rakyat Slav Selatan dan yang
khususnya berada di bawah kendali Austri. Rencana Vatikan yang ambisius dan
kerajaan apostolik Hapsburgs merupakan catatan yang sempurna, seperti di masa
lalu. Bagi Roma dan Vienna, meningkatnya kekuatan Serbia membuatnya menjadi
musuh yang harus disingkirkan. Hal ini terbukti dalam dokumen diplomatik yang
ditemukan dalam kumpulan dokumen Austria-Hungaris, yang menyatakan: untuk
kepentingan PM Austria Berchtold, pada pembicaraan dengan Pangeran Schonburg
di Vatikan pada Oktober-November 1913; bahwa Paus mengatakan akan lebih baik
kalau Austria-Hungaria menghukum Serbia atas kesalahan-kesalahan yang
dilakukannya.
Perang urat syaraf yang disebabkan sentimen Pius X itu pun terjadi tahun
1913. Tetapi, tanggal 28 Juni 1914, bangsawan Francois-Ferdinand terbunuh di
Sarajevo. Pemerintah Serbia tentunya tidak ada hubungannya dengan peristiwa ini
karena pembunuhan ini dilakukan oleh seorang mahasiswa Makedonia, tetapi
pembunuhan tersebut dijadikan alasan yang sempurna bagi Francis-Joseph untuk
memulai perang. Gereja Roma memang bukan simbol perdamaian, tetapi hanya
seorang provokator licik.
Pengganti Pius X, Benedict XV, menunjuk Kardinal Ferata sebagai sekretaris
negara. Tetapi sang kardinal tidak dapat menjalankan tugasnya dengan baik karena
pada tanggal 20.10.1914 (dia memulai tugasnya akhir September) dia meninggal
mendadak di meja kerjanya. Dokter yang memeriksa kardinal tersebut menyadari
adanya suatu situasi yang tidak menguntungkan bagi dirinya sendiri. Konsultasi kilat
diadakan dengan 6 rekannya yang lain. Akhirnya diputuskan untuk tidak
mengeluarkan cacatan medis; sedangkan yang dipublikasikan kepada masyarakat
tidak ditandatangani oleh pada dokter tersebut. Diduga kardinal tersebut telah diracun.
Kardinal Ferrata adalah kardinal yang netral, kematiannya terjadi pada saat
yang tepat. Penggantinya adalah Kardinal Gasparri, yang berusaha keras untuk
melakukan yang terbaik bagi pemerintah pusat. Paus Benedict XV pun berusaha
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 54
keras agar Italia tetap melakukan intervensi dalam perang tersebut demi
menyenangkan Jesuit.
Tanggal 1915, Kardinal Gasparri menandatangani suatu ketetapan bahwa
diperintahkan untuk menetapkan satu hari untuk berdoa demi mempercepat
perdamaian. Perancis menolak hal ini karena cara ini hanya untuk memperlambat
usaha pasukan perang Perancis dan hanya menguntungkan pasukan Jerman yang
sudah terdesak. Paus bukanlah seseorang yang suka akan Perancis; dia lebih suka
kepada Jerman. Aksi-aksi Jesuit, yang juga merupakan asi-aksi Vatikan, tidak hanya
dirasakan di Italia dan USA, tetapi di semua tempat.
Saran-saran untuk memulai perang, yang berasal dari Paus dan PM Italia,
yang ternyata seorang Jesuit, mulai dilemparkan. Serbia sendiri, yang dituduh terlibat
dalam pembunuhan Francois-Ferdinand berusaha mempertahankan perdamaian
dengan melakukan semua keinginan-keinginan pemerintah Austria yang sebelumnya
telah mengirimkan surat ancaman ke Belgrade.
Pihak Vatikan terus menyangkal isu-isu yang beredar bahwa Paus turut
campur dalam usaha untuk memecah belah negara-negara Kristen melalui perang.
Sekretaris negara Vatikan, Merry del Val melayangkan surat bantahan kepada Count
Palffy, seorang wakil Austria di Vatikan, tanggal 29.7.1914. Padahal sebelumnya,
tanggal 27.7.1914, keduanya mengadakan pembicaraan. Pernyataan Vatikan tersebut
tentunya bertentangan dengan kenyataan, karena tanggal 26.7.1914, Baron Ritter,
perwakilan Bavaria untuk Vatikan melayangkan surat kepada pemerintahnya yang
menyatakan bahwa adanya persetujuan Paus agar Austria menindak keras Serbia.
Tahta Suci sadar sepenuhnya resiko besar yang ditimbulkan oleh konflik
antara Austria dan Serbia, tetapi Tahta Suci tetap melakukan segala cara untuk
mendorong konflik itu menjadi parah. Paus dan para Jesuit tidak peduli dengan
penderitaan yang dialami oleh �negara-negara Kristen�, sudah berkali kali negaranegara
tersebut diperalat untuk kepentingan politik Roma. Jerman diadu dengan
Rusia Ortodok, Perancis dan Inggris sudah pernah diperalat oleh Roma.
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 55
Empat puluh tahun setelah kematian Pius X, 20.8.1914, dia dinyatakan oleh
Pius XII sebagai santo dan menyatakan � Pius X melakukan segala usaha untuk
mencegah timbulnya perang tahun 1914 dan dia meninggal dalam penderitaan dan
penyesalan sewaktu dia memperkirakan dan melihat penderitaan akibat perang
tersebut. Usulan perdamaian oleh Paus, Agustus 1917, kepada negara-negara
Perancis, Inggris, USA, dan khususnya Italia ditolak mentah-mentah.
Empat tahun kemudian, 22 April 1921, terungkap bahwa usulan perdamaian
yang diajukan Agustus 1917 tersebut, sebelumnya telah didahului oleh perjanjian
rahasia antara Tahta Suci (yang diwakili oleh Monseigneur Pacelli, calon Paus Pius
XII) dan Jerman. Paceli mulai menyusun aksinya dengan melempar intrik dari
pembentukan Republik Jerman sampai mempersiapkan balas dendam yang akan
dilakukan tahun 1939 dengan mendorong Hitler menjadi penguasa.
Para sekutu yang menandatangani Perjanjian Versailles, Juli 1919, menyadari
adanya campur tangan Vatikan dalam Perang Dunia I, tetapi mereka tidak memberi
sanksi kepada Vatikan dan Jesuit sehingga mereka harus menuai bencana 20 tahun
kemudian, bencana terburuk dalam sejarah manusia.
****
BAB II: PERSIAPAN UNTUK PERANG DUNIA II
Tahun 1919, rencana-renacan Jesuit gagal semuanya. Perancis tidak mau
tunduk, Slavia Ortodok lepas dari Roma. Rusia menjadi marxis. Walaupun begitu
merupakan hal tabu bagi Jesuit untuk mengakui dosa-dosanya. Setelah Benedict XV
meninggal tahun 1922, dan digantikan oleh Paus Pius XI yang seorang Jesuit, Jesuit
mulai menyusun rencananya kembali.
Masa Paus Pius XI adalah masa persiapan, dimulai dengan mendirikan
Russian College yang diatur oleh Jesuit. Ia juga mengelola �Oriental Institute�, The
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 56
Institute of St. John Damaslene, Polish College dan Lithuanian College. Mereka
memanfaatkan Revolusi Rusia yang menjatuhkan Czar, pelindung Gereja Ortodoks.
Di Italia, mereka mendukung Don Sturzo, seorang pendiri partai yang terkenal di Italia,
kemudian Mussolini pun didukungnya. Di Eropa secara keseluruhan, mereka
berusaha untuk menghentikan kebangkitan paham demokrasi.
Italia menjadi kawasan dimana aksi Jesuit dimulai. Mussolini telah
mengadakan negosiasi-negosiasi rahasia dengan para agen Pius XI. Salah satunya
adalah Pastor Tacchi Venturi, sekretaris Serikat Yesus dan bapak rohani Mussolini,
yang telah melakukan misinya dengan sangat baik. Tanggal 16.11.1922 Parlemen
Italia memilih Mussolini menjadi pemimpin. Sepuluh tahun kemudian manuver yang
sama membuahkan hasil yang sama juga di Jerman. Paham NAZI mulai unjuk gigi.
Berawal di Italia, tahun 1922, paham fasisme mulai disebarkan oleh Jesuit di
Eropa. Mussolini menetapkan Katolik Roma sebagai agama negara, menghadiahkan
Tahta Suci 1.750.000.000 lira (�   20.000.000) dan kekuasaan atas daerah kota
Vatikan. Italia telah membiarkannya dirinya jatuh ke tangan Roma yang licik. Mussolini
dipersiapkan untuk membalas kekalahan tahun 1918. Dari Italia, paham fasisme
memasuki Jerman. Hitler menerimanya dengan terbuka. Tahun 1923, Facism
(pimpinan Mussolini) bergabung dengan National-Socialism (pimpinan Hitler);
Mussolini sangat bersahabat dengan Hitler. Paham Nazi mulai menggeliat, musuhnya
ada dua: Protestanisme dan demokrasi.
Setelah perang 1914-1918, Jenderal Jesuit, Halke von Ledochowski membuat
rencana besar yaitu membentuk negara-negara federasi di Eropa tengah dan timur:
Austria, Slowakia, Bohemia, Polandia, Hungaria, Kroasia dan Bavaria. Kerajaan baru
ini akan berperang di dua front: sebelah timur melawan Uni Soviet dan disebelah
barat melawan Prusia, Inggris-Protestan dan republik Perancis.
Tahun 1924 Tahta Suci menandatangani konkordat dengan Bavaria (Jerman).
Tahun 1927 dalam �Cologne�s Bazette� ditulis Pius XI adalah paus �yang sangat
Jerman� yang pernah duduk di Tahta Suci. 20 Juli 1932 langkah pertama yang diambil
untuk memuluskan kediktatoran Hitler adalah dengan memproklamirkan pengepungan
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 57
kota Berlin dan para menteri memecat �manu militari�. Pemilihan baru dipersiapkan
yang tentunya untuk memantapkan kesuksesan para Nazi.
Di Italia, partai Katolik Don Sturzo mendukung Mussolini untuk berkuasa; di
Jerman, Monseigneur Kaas (kepala partai �Catholic Centre�) melakukan hal yang
sama kepada Hitler, dan kedua peristiwa itu konkordat ditandatangani. Hitler berkuasa
pada tanggal 30 Januari 1933. Selama tahun 1933 itu juga selain terjadi pemusnahan
dan pembunuhan terhadap bangsa Yahudi yang dilakukan oleh Nazi, juga terdapat 45
kamp konsentrasi di Jerman, dengan 40.000 tahanan yang berasal dari berbagai latar
belakang pandangan politik, tetapi kebanyakan adalah yang liberal.
Tahun 1937, Pius XI , dibawah tekanan dunia, �mengecam� teori rasial yang
bertentangan dengan doktrin-doktrin prinsip Katolik. Rasialis Nazi dikecam, tetapi
tidak mengecam Hitler. Di Jerman, �salib Kristus� dan swastika bekerja sama; Benito
Mussolini menaklukkan Ethiopia, dengan berkat dari Bapa yang Kudus. Kepausan
tidak mengecam politik Mussolini dan membiarkan para biarawan Italia bebas
bekerjasama dengan pemerintah Fasis. Para Fasis kemudian mengagresi Albania
pada Jumat Agung 1939, yang tentunya merupakan keuntungan untuk Gereja, karena
dari 1 juta penduduk Albania ada 68% Muslim, 20% Ortodoks Yunani dan hanya 12%
Katolik Roma....dari sudut pandang politik, aneksasi suatu negara oleh sebuah
kekuatan Katolik dapat meningkatkan posisi Gereja dan menyenangkan Vatikan.
Apa yang telah dilakukan di Italia dan Jerman, juga dilakukan di Spanyol.
Petualangan Jenderal Franco dimulai pada pertengahan Juli 1936. Sebelumnya pada
tanggal 21 Maret 1934, Pakta Roma ditandatangani antara Mussolini dan para kepala
partai pembangkang di Spanyol, salah satunya adalah M. Goicoechea, ketua
�Renovacian Espanola�. Berdasarkan pakta ini, partai fasis Italia mensuplai para
pemberontak dengan uang, material perang, senjata, aviasi dan �tenaga sukarela� .
Bagi Vatikan, orang yang beriman harus menghargai pemerintah yang sah, maka dia
menekan Spanyol dengan ancaman-ancaman. Paus bahkan memproklamirkan
perang spiritual antara Tahta Suci dan Madrid, yang kemudian dikembangkan menjadi
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 58
perang sipil. Vatikan bahkan mengakui pemerintahan Franco pada tanggal 3 Agustus
1937, 20 bulan sebelum perang sipil berakhir.
Belgia juga dikuasai oleh Kekatolikan. Persiapan-persiapan dilakukan untuk
menyongsong invasi yang dilakukan oleh pasukan Fuhrer (Hitler). Dengan dalih
pembaharuan spiritual, injil Fasis Hitler disebarkan oleh Monseigneur Picard (seorang
Jesuit), Pastor Arendt, seorang Jesuit, pastor Foucart, seorang Jesuit, dll. Seorang
anak muda Belgia menyatakan bahwa para pemuda terobsesi dengan Fasisme.
Moseigneur Picaard mengatakan bahwa Mussolini adalah seorang yang jenius.
Bersama 300 orang murid lainnya, dia pergi ke Italia, setiap orang, dalam perjalanan
pulang ke rumah masing-masing memberi hormat dengan gaya Roma, dan
menyanyikan Giovinezza.
Nazi berkembang dengan cepat. Pada tahun 1919 anggotanya hanya 7
orang. Dibawah Hitler, propaganda dilakukan secara aktif di seluruh Jerman.
Pertemuan-pertemuan Nazi selanjutnya dihadiri beberapa ratus, bahkan ribuan orang.
Pasukan Jerman mengalahkan pertahanan Belgia karena Belgia dikhianati
oleh Leon Degrelle, yang sering berhubungan dengan Monseigneur Picard. Leon
sendiri diserahi tugas penting untuk mengurusi perusahaan percetakan baru pada
pusat �Catholic Action�, yang diberi nama Christus Rex. Di Radio Berlin, Degrelle
mengatakan bahwa dia telah meminta Fuhrer untuk membom Anvers untuk membuat
kota tersebut menjadi kota tanpa pelabuhan atau pelabuhan tanpa kota. Anvers
sendiri dibom selama 6 bulan, siang dan malam. Pemboman ini dirahasiakan dengan
baik, sehingga sekarang ini kemartiran kota Anvers dan Liege secara umum
diabaikan.
Monseigneur Picard (orang penting), menyangkal pernah melihat atau
mendengar tentang Leon Degrelle. Ternyata kedua pemimpin �Catholic Action� Belgia
ini, yaitu Monseigneur Picard dan Canon Cardijn yang sama-sama bekerja dibawah
Kardinal van Roey, tidak pernah bertemu satu sama lain! Canon kemudian diangkat
menjadi monseigneur oleh Pius XII dan direktur gerakan �Jocist� di seluruh dunia.
Monseigneur Cardijn pun menyangkal pernah bertemu dengan Leon Degrelle. Suatu
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 59
keanehan, bukan? Mungkinkah karena suatu perjanjian khusus, keduanya tidak saling
mengetahui bahwa mereka saling bekerja sama dan keduanya tidak menyadari hal
tersebut? Tetapi fakta-fakta tidak dapat disangkali. Degrelle menjadi pemimpin �Rex�
karena Monseigneur Picard, yang berada dibawah otoritas Kardinal Van Roey dan
Monseigneur Micara.
Degrelle, sendiri dalam sebuah buku yang dicetak terbatas, mengakui bahwa
dia pernah bertemu dan berkonsultasi dengan Kardinal van Roey. Kardinal ini adalah
seorang fanatik terhadap Gereja Katolik dan menganggap segala sesuatunya penting
selama hal tersebut untuk kepentingan Gereja Katolik. Gereja Katolik sudah
merambah ke segala bidang: keagamaan (bidangnya sendiri), partai, surat kabar,
kerjasama di bidang pertanian, institusi perbankan yang tentunya dapat menjamin
kelangsungan Gereja itu sendiri. Bagi Kardinal perang sudah berakhir dan kolaborasi
merupakan hal suatu kemungkinan yang harus dilakukan. Banyak orang Katolik
datang ke Kardinal ini untuk meminta nasehatnya mengenai moralitas, kegunaan atau
perlunya kolaborasi.
Pada tanggal 29 Mei 1940, sehari setelah penundukan Belgia, Kardinal van
Roey menyatakan bahwa invasi Hitler ke Belgia merupakan hadiah dari surga. Tetapi
tampaknya Hitler hanyalah sebuah alat yang dipakai untuk menghukum masyarakat
Belgia. Propaganda yang dilakukan Hitler sepenuhnya didukung oleh Tahta Suci
sesuai dengan surat yang dikirimkan Pius XI kepada seknegnya Kardinal Gaspari
tanggal 26 Juni 1923
Tahun 1924 Paus Pius XII menyampaikan ucapan turut berduka cita kepada
pemerintah Perancis atas kematian kardinal Baudrillart. Ucapan ini secara tidak
langsung menyatakan bahwa aneksasi ke Perancis Utara oleh Jerman diakui oleh
Paus Pius XII. Sebuah gerakan Katolik, Christian Front, dibentuk untuk memfasilitasi
intervensi ke USA, dan organisasi ini dipimpin oleh Pastor Caughlin, seorang Jesuit
dan pro-Hitler. Organisasi ini tidak pernah kekurangan suatu apa pun dan menerima
banyak suplai berupa materi propaganda yang dipersiapkan oleh Kantor Goebbel.
Melalui publikasi �Keadilan Sosial� dan siaran radio, Pastor Caughlin, rasul swastika,
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 60
menjangkau masyarakat luas. Sebuah dokumen rahasia Wilhelmstrasse
mengklarifikasikan hak berikut: �mengamati evolusi anti-semit di USA, kami mencatat
bahwa jumlah pendengar siaran radio Pastor Caughlin yang terkenal karena antisemitnya,
melebihi 20 juta pemirsa�.
Hal lain yang terungkap adalah �Mein kampf�, buku yang menentang keras
demokrasi barat, ternyata ditulis oleh Pastor Jesuit Staempfle dan ditandatangani oleh
Hitler. Banyak yang tidak peduli akan fakta ini � Serikat Yesuslah yang
menyempurnakan program Pan Jerman yang dipaparkan dalam buku tersebut, dan
Hitler menyetujuinya.
****
BAB III: AGRESI JERMAN DAN JESUIT
AUSTRIA-POLANDIA-CEKOSLOWAKIA-YUGOSLAVIA
AUSTRIA
Politik dalam negeri Austria dikendalikan oleh Monseigneur Seipel, seorang
Jesuit. Penerusnya melakukan apa yang telah dilakukannya, sehingga Austria pun
masuk dalam blok Jerman. Keputusan yang diambil untuk menekan kebangkitan
kaum buruh, membuatnya dijuluki �Keine Milde Kardinal� (kardinal tanpa belas kasih).
Awal Mei 1936, von Papen melakukan perundingan rahasia dengan Kanselir Austria,
Dr. Schussnigg, untuk menunjukkan betapa menguntungkannya melakukan
rekonsiliasi dengan Hitler karena hal itu juga untuk kepentingan Vatikan. Schussnigg
yang merupakan murid Jesuit setuju untuk melakukan hal tersebut.
Tanggal 11.03.1938 Schussnigg mengundurkan diri, digantikan oleh Seyss-
Inquart, pemimpin Nazi Austria. Sehari setelahnya pasukan Jerman memasuki Austria
dan pemerintahan boneka Seyss-Inquart mengumumkan penyatuan negara tersebut
dengan �The Reich� (Jerman).
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 61
Kardinal Innitzer, wakil gereja Roma di Austria, menyambut gembira hal
tersebut. Dalam deklarasi yang dibuatnya, tertulis �Und Heil Hitler!� (Hidup Hitler!).
Dalam deklarasi ini juga, kardinal tersebut mengundang para pemimpin organisasi
kepemudaan untuk mempersiapkan penyatuan mereka dengan organisasi Jerman
yang serupa . Tentunya hal ini sama saja dengan menyerahkan para pemuda
�Kristen� untuk dilatih dengan menggunakan metode Nazi.
POLANDIA
Polandia pun berada dalam situasi yang sama dengan Austria sewaktu Hitler
mencaplok sebagian dari negara tersebut, segera setelah dia menginvasinya. Nada
yang sama juga dikeluarkan oleh Vatikan. Monseigneur Cortesi, seorang pastor di
Warsawa, �memaksa� pemerintah Polandia untuk menyerahkan segalanya kepada
Hitler: Dantzig, �daerah koridor�, yaitu daerah dimana minoritas Jerman hidup.
Deklarasi tahun 1772 yang ditulis oleh Paus Clement XIV untuk Ratu Austria, Marie
Therese, dikeluarkan lagi tahun 1939 dengan tanpa perubahan sedikitpun: �Invasi dan
terbagi-baginya Polandia dilakukan bukan untuk alasan-alasan politik; tetapi hal
tersebut berhubungan dengan kepentingan agama, dan untuk keperluan spiritual
Gereja, bahwa kekuasaan Vienna seharusnya melebarkan dominasinya atas Polandia
seluas-luasnya�.
CEKOSLOWAKIA
Di Cekoslawakia, tindakan Vatikan lebih baik lagi. Vatikan telah menyiapkan
seseorang untuk dijadikan pemimpin Ceko, yang merupakan negara satelit bagi
Jerman-Nazi. Ancaman ala Hitler menggema di seluruh Republik Cekoslowakia dan
aroma perang terasa di udara.
Nazi pertama-tama mencaplok Sudetenland, dengan bantuan Partai Sosial
Kristen dan Republik tersebut pun terbagi. Tetapi Hitler berkeinginan untuk mencaplok
Slovakia dan berkuasa penuh atasnya. Hal ini tidak terlalu sulit bagi Hitler karena
sebagian besar pemimpin politik Slovakia adalah pengikut Katolik, termasuk seorang
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 62
pastor bernama Hlinka (seorang Jesuit). Kita mengetahui, berdasarkan Kanon (hukum
dalam lembaga Katolik), tidak seorang pastor pun bisa mempunyai kedudukan baik di
publik maupun di dunia politik tanpa persetujuan Tahta Suci. Jadi karena persetujuan
Tahta Sucilah, seorang pastor dapat mempunyai kedudukan dalam parlemen
Cekoslowakia.
Tanggal 15 Maret 1939, Hitler mencaplok seluruh Bohemia dan Moravia, dan
membuat Republik Slovakia �dalam perlindungannya�. Pada pucuk pimpinan, dia
menempatkan Moseigneur Tiso (Jesuit) yang berambisi untuk menyatukan paham
Katolik dan Nazi, karena keduanya mempunyai persamaan dan keduanya
bergandengan tangan untuk merubah dunia.
Regim Tiso di Slovakia berusaha menekan pengaruh seperlima populasi
Protestan ke tingkat paling minimum, dan bahkan berusaha untuk
melenyapkannya�dengan mengirim para anggota berpengaruh Gereja Protestan ke
kamp-kamp konsentrasi. Terhadap orang-orang Yahudi, Tiso melakukan hal yang
sama. Tahun 1941, rombongan pertama orang Yahudi dari Slovakia dan Silesia tiba di
Auschwitz. Siapapun yang tidak bisa bekerja dengan baik di kirim ke kamar gas.
Kesaksian ini ditulis oleh Lord Russell dari Liverpool, konselor hukum pada
pengadilan penjahat perang.
Setelah perang dunia II berakhir, Tiso diserahkan oleh Amerika Serikat
kepada Cekoslowakia, dan diputuskan hukuman mati untuknya tahun 1946. Dia
dihukum gantung.
YUGOSLAVIA
Di Kroasia, muncul organisasi teroris bernama Oustachis yang dipimpin oleh
Pavelitch, seorang yang haus darah dan juga dijuluki �Pembunuh yang menggunakan
nama Tuhan�. Oustachis terkenal di kalangan masyarakat Perancis karena telah
membunuh Raja Alexander I dari Yugoslavia dan menteri luar negeri Perancis Louis
Barthou, 1934.
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 63
Oustachis disewa oleh Mussolini untuk membantu Italia di pantai Adriatik.
Tahun 1941, Hitler dan Mussolini menginvasi dan memecah Yugoslavia. Pavelitch
dijadikan pemimpin �Negara Merdeka Kroasia�. Tanggal 18 Mei 1941, Paus Pius XII
menerima Pavelitch beserta rekan-rekannya. Pada hari itu juga, pembunuhan besarbesaran
terhadap kaum Ortodoks Kroasia mencapai puncaknya, mereka dipaksa
menganut paham Katolik. Para Oustachis juga memburu kaum minoritas Serbia.
Andrija Artukovic adalah perancang utama dari pembunuhan besar-besaran tersebut.
Sewaktu Artukovic hendak diekstradisi dari USA ke Yugoslavia, dia dibela
oleh seorang R.P. Jesuit Lackovic yang bermukim di USA juga, sekretaris
Monseigneur Stepinac, uskup agung Zagreb. Lackovic menyatakan bahwa antara
1941 sampai 1945, dia selalu bertemu dengan Artukovixc di kantornya. Dia selalu
meminta nasehat Stepinac terhadap semua tindakan yang diambilnya. Kenyataannya
Monseigneur Stepinac adalah anggota parlemen Oustachis dan selalu mengenakan
atribut-atribut organisasinya itu.
Tanggal 22 Juli 1941, Pius XII menerima kunjungan 100 anggota �Croation
Security Police� (Polisi Keamanan Kroasia) pimpinan Eugen Kvaternik-Dido, kepala
polisi Zagreb. Grup ini adalah bagian dari S.S. Kroasia yang bertugas menjemput dan
menyiksa para terhukum di kamp-kamp konsentrasi. Kvaternik-Dido adalah seorang
penjahat besar, sehingga membuat ibunya bunuh diri karena putus asa melihat
anaknya.
Mile Budak, seorang Katolik dan menteri agama Kroasia, mencanangkan
sebuah program. 300.000 orang Serbia dan Yahudi dideportasi dan lebih dari 500.000
dibunuh. Hal ini memaksa 240.00 umat Ortodoks menjadi penganut Katolik�tetapi
kembali menjadi Ortodoks begitu mereka bebas.
Sewaktu pihak sekutu menang dalam perang dunia II, Pavelitch dan 4000
Oustachisnya melarikan diri ke Austria, kemudian ke Italia. Mereka meninggalkan
sebagian harta benda mereka berupa fil, foto, perhiasan, logam emas, gelang, cincin,
dsb., yang diambil dari orang-orang miskin yang mereka bunuh. Sebagai pelarian,
mereka memanfaatkan �Pontifical Commission for Assistance� yang melindungi
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 64
penjahat perang. Roma menyembunyikan mereka di Austria dan Italia, dan
memberikan paspor palsu sehingga mereka bisa bepergian ke negara-negara yang
�bersahabat�, dimana mereka bisa menikmati hasil rampasannya. Pavelitch sendiri
terungkap keberadaannya di Argentina tahun 1957. Pavelitch meninggalkan Argentina
menuju Paraguay, kemudian ke Spanyol dimana dia meninggal tanggal 28 Desember
1959 di sebuah rumah sakit Jerman di Madrid.
Monseigneur Stepinac diajukan ke pengadilan Zagreb tahun 1946. Hukuman
yang harus dijalani adalah kerja paksa, tetapi nyatanya dia dikembalikan ke desa
asalnya. Semasa kekardinalannya, di Gornji Karlovac (bagian dari wilayah
keuskupannya) dari 460.000 orang Ortodoks yang hidup disana, 50.000 bersembunyi
di pegunungan, 50.000 dikirim ke Serbia, 40.000 pindah ke paham Katolik karena
teror dan 280.000 dibunuh.
Kolusi antara Vatikan dan Oustachis adalah nyata. Bahkan Tahta suci sendiri
memaksa Monseigneur Stepinac untuk berkolaborasi dengan Oustachis guna
membunuh penganut Ortodoks dan Yahudi. Tanggal 10 Februari 1960, Alois Stepinac
meninggal di desa asalnya, Karlovice.
****
BAB IV: GERAKAN JESUIT DI PERANCIS
SEBELUM DAN SELAMA PERANG DUIA II 1939-1945
Aksi Jesuit dimulai ketika Mussolini berkuasa dan berakhir tahun 1940 karena
jatuhnya pertahanan nasional. FNC (Federation Nationale Catholique = Federasi
Nasional Katolik) pun didirikan dan dipimpin oleh Jenderal de Castelnau, seorang figur
militer hebat berusia 78 tahun!
FNC, pasukan bersenjata Katolik, difokuskan tugasnya kepada �Sacred heart
of Jesus� (Hati Kudus Yesus), sebuah acara ibadah yang diatur oleh Jesuit.
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 65
Basilikanya terletak di Lembah Montmartre, darimana Ignatius of Loyola dan rekanrekannya
berikrar untuk menaklukkan dunia. Sang jenderal, seperti yang dituliskan
dalam buku mengenai FNC, menegaskan bahwa FNC terbeban untuk mendirikan
kembali kekuasaan Tahta Suci (baca = Jesuit) di seluruh Perancis. Pengajaran Gereja
Katolik yang melarang kebebasan beribadah, kebebasan mengemukakan pendapat,
kebebasan dalam berpikir, kebebasan pers, semua pengajaran tersebut harus
ditegakkan kembali. Itulah tujuan utama FNC.
Di Perancis, kejadian yang sama berulang. Para pastor sibuk membentuk
kolaborasi. Franz von Papen menungkapkannya: �Pertemuan pertama kami terjadi
tahun 1927, dimana seorang delegasi Jerman berkunjung menemui Paus untuk
menghadiri �Social Week of the Catholic Institute�, dibawah pimpinan Monseigneur
Baudrillart. Pertemuan ini juga menandai awal pertukaran kunjungan antara orangorang
penting dari Perancis dan Jerman�.
Tanggal 14 Juni 1940, bendera swastika berkibar di seluruh perancis.
Goebbels, kepala propaganda Hitler, sudah memprediksi hal tersebut tanggal 14
Maret 1940 dan serangan jerman pun terjadi tanggal 10 Mei 1940. Hal ini tidak
mengherankan kerena para pengkhianat sudah terpilih jauh sebelumnya. Seorang
agen rahasia 654J.56, yang bekerja untuk Jerman S.S., mengirimkan surat rahasia
kepada Himmler, tanggal 5 Juli 1939, bahwa �Perancis dibawah kendali kita.
Segalanya sudah siap untuk �J Day� dan semua agen sudah pada posisinya. Dalam
beberapa minggu, sistem militer dan kekuatan polisi akan runtuh.�
Pembayaran untuk para pengkhianat Perancis (Luchaire, Bucard, Deat, Doriot
dan Abel Bonnard) dilakukan oleh Jerman SR dan diberikan karena pekerjaan mereka
yang efektif. Doriot sebelumnya seorang yang sedang menanjak namanya, tetapi
karena kebutuhan akan masa depan dan untuk mengamankan posisi transisi
diperlukan figur lain, Doriotpun tersingkir. Figur lain itu adalah seorang perwira militer
yang dihormati dan sanggup �mendandani� kekacauan dan menghadirkannya sebagai
�pemulihan nasional.� Dia adalah Petain.
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 66
Selama masa pendudukan Perancis, Jerman disanjung oleh Gereja Roma
Katolik. Pierre laval, pendukung paus mengatakan,�Saya berharap Jerman
memperoleh kemenangan. Perang ini adalah perang agama.� Pastor Coughlin
(Jesuit) berkomentar : �Perang Jerman adalah perang untuk Kekristenan.� Kardinal
Baudrillart, rektor Institut Katolik di Paris, mengatakan: �Perang Hitler adalah untuk
mempertahankan kebudayaan Eropa.�
Setelah sekutu menang, Perancis meminta Vatikan untuk menarik pulang �
30 uskup dan uskup agung. Ternyata akhirnya, hanya 3 saja yang ditarik. La Croix,
salah satu orang berbahaya dari Jesuit, diadili di Paris tahun 1944. Judge Raoult
memutuskan kasus dibatalkan. Ternyata diketahui bahwa M. de Menthon, menteri
kehakiman, telah menolong La Croix.
Pers Katolik sepenuhnya dikontrol oleh Jesuit. Mereka menyuarakan
kepentingan kepausan dan segala hal yang berhubungan dengan La Croix, para
kardinal, para uskup agung serta Hitler adalah masa lalu dan dilupakan. Sejarah
diselewengkan. Kolaborasi antara paus dan Jerman tahun 1940-1944 dipalsukan,
para Jesuit dijadikan pahlawan, Hal ini dilakukan agar generasi yang akan datang
menaruh hormat kepada �para pahlawan Gereja Roma dan Tanah Air.�
****
BAB V: GESTAPO DAN SERIKAT YESUS
Hitler adalah seorang yang setia kepada Vatikan. Dia berjanji untuk
�mencekik� para anti-paus. Mereka (Pius XI, Pius XII, Hitler) mengirimkan kaum liberal
dan orang Yahudi ke kamp konsentrasi. Nasib bangsa Yahudi sudah ditentukan (oleh
Hitler): dibunuh atau disuruh bekerja sampai kehabisan tenaga kemudian
dibinasakan.
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 67
Pada hari kematian Hitler, 3 Mei 1945, surat kabar �Reforme�
mempublikasikan pernyataan Franco (yang sebenarnya merupakan suara Tahta Suci)
bahwa �Adolf Hitler, anak kesayangan Gereja Katolik, meninggal mempertahankan
Kekristenan. Dia seorang martir, Tuhan memberi Hitler mahkota kemenangan�. Hitler
pantas menerima penghormatan dari Gereja Roma karena dia sangat setaia
melayaninya.
Hitler mengakui bahwa dia belajar banyak dari Ordo Jesuit. Organisasi S.S.
dibentuk berdasarkan prinsip-prinsip Ordo Jesuit, baik itu berdasarkan peraturanperaturannya,
maupun latihan spiritual yang �diresepkan� oleh Ignatius de Loyola;
sedangkan struktur perintah/birokrasi meniru susunan hirarki Gereja Katolik. Salah
satu prinsip yang dijunjung tinggi pihak kepausan adalah pembunuhan yang
terorganisir, yaitu inkuisisi. Apakah inkuisisi hanya terjadi di masa lalu? Tidak! Apakah
bisa terjadi pada masa sekarang? Ya. Mengapa? Karena prinsip yang dijunjung tinggi
itu tidak berubah!
Hitler, Joseph Goebbel, Himmler dan sebagian besar anggota Nazi adalah
Katolik. Hitler sendiri menganggap Himmler, pimpinan Gestapo, sebagai Ignatius de
Loyola-nya Nazi. Hitler mempunyai alasan untuk menyebutnya demikian. Kurt
Heinrich Himmler, Reichsfuhrer (Jenderal) S.S., Gestapo dan pasukan polisi jerman
adalah seorang yang paling banyak diisi oleh paham Kekatolikan dibandingkan
dengan anggota-anggota Katolik lainnya dalam grup Hitler. Ayahnya seorang direktur
sekolah Katolik di Munich, guru pribadi Pangeran Ruprecht dari Bavaria. Saudara lakilakinya
seorang biarawan Benedictine. Pamannya memegang posisi penting di
Mahkamah Bavaria.
Tetapi apakah karena kemampuannya dia bisa memperoleh posisi sebagai
kepala Gestapo? Seorang jeniuskah dia sehingga diperbandingkan dengan Ignatius
de Loyola? Bagaimana halnya dengan Hitler? Seorang pemimpin sejatikah dia?
Master sejati untuk Jerman, seorang negarawan jenius yang akan memutarbalikkan
dunia? Hitler sendiri mengakui bahwa dia hanyalah sebuah klarion (alat musik sejenis
trumpet). M. Francois-Poncet, duber Perancis untuk Berlin, mengkonfirmasikan bahwa
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 68
Hitler hanya melakukan sedikit kerja, tidak gemar membaca dan membiarkan kaki
tangannya bekerja sendiri-sendiri. Ternyata para pahlawan Nazi adalah orang-orang
yang tidak mempunyai intelektual dan karakter. Hanya satu yang �normal� Franz von
Papen, dialah yang mengerjakan semuanya. Hitler hanyalah legenda yang sengaja
diciptakan, sama seperti Mussolini.
Di Italia dan Jerman, ada beberapa negarawan dan pemimpin sejati,
dibandingkan dengan Hitler dan Mussolini. Tetapi mereka terlalu pandai sehingga
Vatikan, khususnya von Ledochowski (seorang paus hitam), tidak dapat
mengendalikan mereka. Awalnya rencana Ledochowski adalah membentuk federasi
negara-negara Katolik di Eropa Tengah dan Timur, dimana Bavaria dan Austria
(pemerintahannya dipimpin oleh Jesuit Seipel) akan mempunyai peranan yang
menonjol. Bavaria harus dipisahkan dari Republik Jerman Weimar. Tetapi
kesempatan untuk mewujudkan federasi ini semakin kecil, sewaktu Monseigneur
pacelli menyadari kelemahan Republik Jerman, yaitu kurangnya dukungan. Rencana
pun dimodifikasi.
�Hegemoni Prussia Protestan harus dihindari dan pada saat jerman
mendominasi Eropa �untuk mencegah federalisme orang Jerman- seorang �Reich�
harus dibentuk kembali dimana Katoliklah yang menjadi tuannya�.
****
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 69
BAB VI: KAMP KEMATIAN dan PERANG Anti-SEMIT
Para Katolik adalah para tuannya Nazi Jerman yang melaksanakan prinsipprinsip
kepausan. Gereja Roma merasa berhak untuk memusnahkan siapa saja, baik
dengan cara lambat atau cepat, yang menghalanginya, yaitu orang-orang liberal dan
kaum Yahudi, dikirim ke Auschwitz, Dochau, Belsen, Buchenwald dan kamp-kamp
kematian lainnya.
Vatikan sendiri cuci tangan terhadap kekejaman ini, seperti yang dinyatakan
oleh Pius XII kepada Dr. Nerin F. Gun, jurnalis Swiss yang mempertanyakan
mengapa paus tidak menolong orang-orang malang tersebut: �Kami mengetahui
bahwa, karena asalan politik, adanya pembunuhan kejam terjadi di Jerman, tetapi
kami tidak pernah diinformasikan seperti apa penindasan Nazi yang tidak
berperikemanusiaan itu�. Tahta Suci diketahui terlibat dalam pendeportasian 528
misionaris Protestan dari penjara, oleh orang-orang Jepang, di Kepulauan Pasifik dan
diasingkan ke kamp-kamp konsentrasi di Filipina. Cukup banyak bukti yang
menyatakan keterlibatan Gereja Roma dalam hal-hal yang dilakukan Oustachi, Nazi,
pemusnahan kaum Ortodoks dan bangsa Yahudi. Gereja Roma tidak pernah
mengakui bahwa setiap warga negara mempunyai hak yang sama.
Dalam sebuah surat kepada �SS Haupsturmfuhrer� Danneker tanggal 21 Juli
1942, diperintahkan untuk mendeportasi anak-anak Yahudia yang diambil dari ibunya
ke Auschwitz. Selama lebih dari 5 tahun, Nazi adalah sumber kebiadaban,
ketidaksenonohan, hujatan dan kejahatan. Nazi membunuh 6 juta orang Yahudi,
dimana 1,8 juta diantaranya adalah anak-anak. Gerakan anti-Semit di USA juga
didalangi oleh Jesuit karena sejalan dengan doktrin Gereja Roma. Tokoh utama
dalam gerakan tersebut adalah Pastor Caughlin (seorang Jesuit, tentunya). Dia
sangat terkenal dengan paham anti-Semitnya, dan melalui siaran radionya, dia
berhasil mengumpulkan pendengar sebanyak 20 juta lebih.
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 70
BAB VII: JESUIT DAN �COLLEQUIM RUSSICUM�
Salah satu penyebab Vatikan memulai perang dunia II, dengan memaksa
Kaisar Austria �Francis Joseph- untuk �menghukum Serbia�, adalah untuk menyerang
Gereja ortodoks, lawan Vatikan yang paling dibenci dan hal itu sudah berlangsung
berabad-abad. Sasaran Vatikan sebenarnya, selain Serbia, adalah Rusia yang
merupakan pelindung kaum Ortodoks di daerah Balkan dan Eropa Timur. Roma yakin
kemenangan bisa diraih dengan menciptakan bencana raksasa. Paus Pius X yakin
pasukan Perancis dan Rusia tidak akan menang atas Jerman.
Ternyata semua perhitungan meleset. Perang dunia I, yang
memporakporandakan Utara Perancis dan menyebabkan jutaan meninggal, gagal
memenuhi ambisi Roma. Austria dan Hungaria terpecah dua, sehingga melemahkan
pengaruh Vatikan di Eropa. Pukulan berikutnya adalah Revolusi Rusia yang membuat
Rusia terlepas dari kontrol Vatikan. Kekalahan total! Tetapi Gereja Roma tidak
berputus asa. Usaha baru dilakukan tetapi dikombinasikan dengan ambisi-ambisi
Pan-Jerman : Perang Dunia II, dimana 25 juta meninggal di kamp konsentrasi, 32 juta
serdadu tewas dalam pertempuran dan 29 juta cedera dan cacat. Gereja Roma
mengira tujuannya telah tercapai. Vatikan dan Berlin menandatangani pakta yang
mengijinkan para misionaris Katolik dari Russicum College (Colleqium Russicum)
menguasai daerah-daerah yang sudah ditaklukkan oleh Jerman. Katolikisasi Rusia
dicanangkan dan Kroasia pun dikenai hal serupa, tetapi dalam skala yang jauh lebih
besar. Semuanya diperlukan untuk kedigjayaan Roma!
Yang terjadi ternyata mengecewakan, Hitler terhenti di Moskow dan von
Paulus beserta pasukannya terperangkap di Stalingrad pada hari Natal 1942! Pius XII
yang tadinya mengeluarkan seruan kepada �negara-negara Kristen� untuk
mendukung �Perang Salib Suci Modern� itu, berbalik dengan mengatakan bahwa
perang Hitler tersebut bukanlah perang salib yang sebenarnya. Pius XII juga
mengeluarkan sanggahan terhadap ucapan Kardinal Baudrillart (�Perang Hitler adalah
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 71
untuk mempertahankan kebudayadaan Eropa, 30 Juli 1941) bahwa �Gereja Katolik
tidak pernah mengidentifikasikan dirinya dengan kebudayaan barat�.
La Coix mengatakan, berdasarkan penampakan Bunda Maria 1917 di Fatima,
bahwa �Perawan Fatima telah berjanji untuk menobatkan Rusia (menajdi umat Katolik
Roma) jika semua orang Kristen dengan tulus dan bersuka cita melaksanakan
perintah hukum Injil�. Janji dari Perawan ini dimeteraikan lagi pada penampakan tahun
1951 di halaman Vatikan, yang hanya diperuntukkan bagi Pius XII saja. Sekalipun ada
penampakan tersebut, yang menentukan ternyata bukanlah Perawan Fatima! Inggris
memperkuat dirinya untuk menghadapi Nazi, USA ikut ambil bagian dalam
peperangan (walaupun Pastor Coughlin, seorang Jesuit, berusaha keras untuk
mencegahnya), sekutu mendarat di Afrika Utara dan operasi militer Rusia adalah
bencana bagi Nazi. Impian Halke von Ledochowski, Jenderal Jesuit, tidak tercapai.
Jesuit mundur teratur. Sang jenderal pun meninggal karena kesehatannya menurun
drastis akibat bencana kekalahannya tersebut.
Colleqium Russicum adalah seminari Rusia yang diciptakan oleh Pius XI,
bersama dengan �Oriental Pontifical Institute� dan �Roman College�. Ketiganya diatur
oleh Serikat Yesus. Aktifitas ketiganya saling terkait dan bervariasi. Contohnya:
bersama-sama dengan Fasis Italia dan sisa-sisa Nazi jerman, Jesuit mengorganisir
dan mengkoordinir kelompok-kelompok anti Rusia. Tujuan utamanya dalah
menumbangkan pemerintahan-pemerintahan Eropa timur. Keuangan disediakan oleh
organisasi-organisasi keuskupan yang berkuasa.
Suatu saat saya (penulis, Edmund Paris) bercakap-cakap denga Andrei
Ouroussof, seorang Jesuit. Singkatnya: politik Vatikan membutuhkan, baik yang
secara sukarela maupun dipaksa, dan Vatikan telah �menc�ptakan� berjuta-juta martir
dalam dua perang dunia.
****
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 72
BAB VIII: PAUS YOHANES XXIII MENANGGALKAN TOPENG
Gereja Roma selalu berhati-hati dalam melakukan aksinya. �Bonne
renommee vaut mieux que ceinture doree�. Reputasi yang tanpa cacat lebih baik
daripada sabuk keemasan. Vatikan sangatlah kaya, nafsu politiknya untuk mendomisi
selalu dibalut dengan dalih �spiritual (keagamaan)� dan kemanusiaan,
memproklamirkan �urbi dan orbi� dengan propaganda yang intens sehingga reputasi
pun terjaga baik, emas tetapi mengalir masuk.
Tanggal 7 Januari 1960 di Roma diadakan KTT (Konferensi Tingkat Tinggi)
yang mempertemukan para pemimpin negara-negara Timur dan Barat untuk
menciptakan perdamaian diantara dua ideologi: komunis dan demokrasi. Tentu saja
Vatikan mengambil peranan dalam KTT ini. Di USA, Kardinal Spellman meminta umat
Katolik untuk menyambut Khrushchev (seorang pemimpin Soviet), yang menjadi tamu
presiden USA, dengan ramah.
Dalam pesan Natalnya, Paus Yohanes XXIII mengharapkan perdamaian
tercipta di dunia ini. Sejauh ini Vatikan menampakkan wajah manisnya.
Kegemparan terjadi pada 7 Januari, Kardinal Ottaviani, calon sekretaris Tahta
Suci, menyampaikan pidato yang mengagumkan di Basilika �Saint-Marie-Majeure�.
Dia menyerang otoritas Soviet dan menggambarkan para pemimpin Rusia sebagai
�anti Kristus baru� yang pantas �di deportasi, dipenjara , dibunuh �. Perjalanan ke
ruang angkasa hanyalah menghina surga dan menunjukkan bahwa Tuhan tidak ada.
Ottaviani juga menyerang para politisi dan negarawan Barat yang dianggapnya
�tumbuh bodoh karena teror�.
Kata-kata yang dramatis ini tentu tidak membuat kita lupa bahwa Vatikan juga
dapat menggunakan kata-kata manis untuk mencapai tujuannya, seperti yang
dilakukan Franco di Spanyol dimana orang-orang Protestan dianiaya. Dilihat
berdasarkan cara Vatikan memperlakukan para orang sesat (heresi); tidak
mengherankan kalau Vatikan secara sistematis menghujat usaha-usaha yang
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 73
memisahkan istilah antara negara-negara �Kristen� dan ateis. Bagi Vatikan, keduanya
sama.
Isu disebarkan bahwa pendirian kardinal Ottaviani bukanlah cerminan dari
pemikiran Tahta Suci. Hal ini sebenarnya tidak mungkin. Tidak mungkin Ottaviani
mengucapkan kritikan tajam tanpa persetujuan atasannya, Paus sendiri. Paus
Yohanes XXIII tentu tidak dapat menyampaikan kritik itu sendiri, tetapi dengan
memerintah orang-orang yang berkedudukan tinggi dalam kepausan untuk mengambil
alih tempatnya, dia ingin kerjasama yang dilakukan secara rahasia terpampang jelas
ke setiap orang.
Kebetulan, yang lain dan cukup aneh, terjadi pada saat bersamaan sebuah
artikel dalam �Osservatorie Romano� mengecam sosialisme karena berlawanan
dengan kebenaran Kekristenan. Siapapun yang mempraktekkan politik itu masih
mempunyai harapan untuk tidak masuk neraka-tetapi tidak dapat menghindari Api
Penyucian.
Segala usaha dilakukan oleh Roma untuk menanamkan pengaruhnya.
Contohnya penampakan Perawan Maria di Bukit Fatima tahun 1917, yang
menyatakan bahwa Rusia akan bertobat; kebangkitan Hitler walaupun akhirnya kalah,
tetapi kekalahan tersebut tidak membuka mata Roma atas ambisinya yang konyol.
Ambisi besar Roma lainnya adalah agar Roma dapat �bebas� di Polandia,
Hungaria dan Cekoslowakia. Untuk itu, Vatikan bergabung kepada pasukan Jerman.
Vatikan menempatkan Chancellor Konrad Adenauer sebagai pemimpin Federal
Jerman, sehingga dia selalu menyuarakan Vatikan. Adenauer, yang dijuluki serigala
tua, berusaha untuk mempersenjatai kembali negara tersebut, baik pemuda Jerman
maupun penduduknya secara umum. Maka dari itu, posisi-posisi penting dalam
pemerintahan Jerman Barat dipegang para mantan pengikut Hitler dan penjahat
perang. Semua ini dilakukan sebagai aksi balas dendam bersama-sama dengan
Vatikan.
7 Januari 1960 diadakan kebaktian di Sainte-Maire-Majeure beberapa hari
sebelum kunjungan Konrad Adenauer ke Roma. Adenauer dan Menteri Luar Negeri,
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 74
Mr. Von Brentano, diterima dengan ramah oleh Paus Yohanes XXIII. Paus
menyampaikan bahwa Tuhan telah memberi peranan kepada rakyat Jerman untuk
menjadi pelindung dunia Barat terhadap ancaman dunia Timur.
Sebenarnya Perang Dingin yang langsung sangat penting bagi kekuatan
Politik Vatikan, dan keuangannya, sehingga Vatikan tidak ragu-ragu untuk mengulang
sudut pandang politik seperti itu, walaupun yang pertama ditolak. Usaha-usaha untuk
memulihkan hubungan Barat-Timur selalu dilakukan.
Jesuit akan selalu menggunakan segudang tipuannya untuk menentang
perdamaian antara negara-negara dan pemerintahan-pemerintahan. Untuk
meruntuhkan struktur atau organisasi yang kompleks, mereka tidak akan menyisakan
perangkap dan kontra perangkap yang mereka miliki. Serikat Yesus akan
melaksanakan perang, perang suci, tanpa kekhawatiran terhadap bencana yang
ditimbulkan.
Catatan Penerbit :
Edmond Paris kurang waspada terhadap perubahan yang terjadi terhadap �Pelacur
dalam Kitab Wahyu� untuk memenuhi nubuatan dalam Alkitab. Dia sudah siap
terhadap semua kemungkinan yang terjadi.
Jesuit sudah melakukan evaluasi terhadap PD III dan mencanangkan AS
akan kalah, dan Vatikan tentunya yang menjadi pemenang. Karenanya Vatikan
memberi dukungan kepada Moskow dan bahkan mengangkat seorang Paus yang
komunis dari Polandia. Secara rahasia Vatikan mengadakan perjanjian dengan Rusia
dan membiarkan paham Marksisme mendunia. Para Jesuitlah para aktor dibelakang
gerakan perlucutan senjata untuk melemahkan A.S.
Moskow akan menjadi otot Vatikan untuk menaklukkan bangsa-bangsa
sehingga Katolik Roma menjadi satu-satunya agama di dunia. Rusia akan dipaksa
untuk menyerang Israel, sesuai dengan nubuatan dalam Alkitab (Yeh 38 & 39) dan
anti-Kristus dari Vatikan tinggal menunggu kehancurannya pada kedatangan Yesus
Kristus yang kedua kalinya.
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 75
Kesimpulan :
1. Jesuit adalah pasukan rahasia Kepausan.
2. Jesuit banyak beraksi dalam kancah kegemarannya yaitu politik di berbagai
negara.
3. Dalam menerapkan hukumnya, Jesuit tidak pernah memperhatikan
kepentingan nasional suatu negara. Terkadang terjadi konflik antara Tahta
Suci, Jesuit dan apa yang dilakukan Jesuit tidak selalu menguntungkan kedua
belah pihak.
4. Jesuit lebih berbahaya kepada temannya sendiri daripada kepada musuhnya.
5. Jesuit mempunyai pengaruh yang kuat dalam Vatikan karena reputasinya
mencengangkan, musuhnya sebanyak temannya, dihormati dan juga ditakuti.
6. Kekristenan Roma merupakan kerajaan yang absolut, didirikan sekarang dan
selamanya atas dasar infalibiliti paus (paus tidak pernah bersalah).
7. Sulit untuk membedakan apakah suatu tindakan dilakukan oleh Vatikan atau
Jesuit. Ordo ini, yang merupakan tulang punggung Gereja Roma, cenderung
untuk mendominasi. Para uskup tidak lebih sebagai �pegawai negeri�, yang
menerima perintah dari Roma.
8. Melalui media massa Katolik, mereka menciptakan ilusi kepada para
pembaca mengenai bentuk kemerdekaan, terbuka terhadap ide-ide baru.
9. Seperti memberi permen kepada seorang anak yang penurut, demikian juga
dilakukan Vatikan terhadap orang-orang yang mau menganut pahamnya.
Murid yang tidak pandai lulus ujian tanpa menemui kesulitan, Profesor diberi
kedudukan sesuai dengan keinginannya, dokter akan bertambah pasiennya
kalau mau mengikuti beberapa perkumpulan, dan sebagainya. Untuk
mencapai tujuannya, dia juga menjangkau para profesional dan intelektual
dalam bidang pendidikan (universitas), administrasi (kementerian dan
departemen), dan pemerintahan.
Sejarah Rahasia Jesuit/2000 halaman: 76
10. Antara tahun 1939-1945, aksi Jesuit membunuh 57 juta orang dan
menghancurkan Eropa. Kita harus waspada, dia tidak akan berhenti. Kita
perlu memberi tahu setiap orang mengenai aktifitas licik dari para fanatik yang
tidak pernah mundur sebelumnya.
****
PENUTUP:
Bagi saudara yang telah membaca buku ini, tentu menemukan banyak hal
yang sebelumnya tidak diketahui. Bila hendak membagikan buku ini, berdoalah untuk
meminta hikmat kepada Tuhan kepada siapa buku ini layak diberikan.
Apabila anda mempunyai saudara, sanak keluarga, teman, atau siapa pun dia
yang beragama Katolik, berdoalah bagi mereka. Kita, yang sudah mengetahui
kebenaran yang sungguh, harus mengasihi mereka dengan berdoa tidak hentihentinya
untuk mereka agar Tuhan Yesus menjamah hati mereka, mencurahkan
Kasih Karunianya ke dalam kehidupan mereka, agar seturut dengan waktu dan
rancanganNya, saudara-saudara kita yang beragama Katolik itu boleh mengetahui
bahwa agama Katolik tidak membawa keselamatan bagi hidup mereka. Kalau mereka
mau selamat dan memperoleh hidup kekal, mereka harus mau keluar dari sistem
tersebut.
Doa Penutup:
Tuhan Yesus, saya mengucap syukur karena dapat membaca buku ini sampai
selesai. Segala kebenaran dan pengajaran yang bukan berasal dari Tuhan Yesus,
ditapiskan dari hati dan pikiran saya, di dalam nama Yesus. Bapa, saya berbelas
kasih kepada para umat Katolik yang telah disesatkan oleh sistem yang mereka anut.
Beri saya roh keberanian dan roh hikmat, Tuhan Yesus, untuk memberitakan
mengenai bagaimana sesungguhnya sistem yang mereka jalankan itu. Layakkanlah
saya untuk menyampaikan FirmanMu dan Kebenarannya kepada mereka. Jamahlah
hati mereka agar mereka mau menerima FirmanMu dengan segala kerendahan hati.
Terima kasih Tuhan Yesus. Amin.
****

Tidak ada komentar:

Posting Komentar